Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Apa Kabar Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar? Janji Juni Tapi Hingga Juli Tak Kunjung Berlayar

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 14 Juli 2025 | 16:36 WIB
KAPAL CEPAT: Meski peluncuran masih ditunda, kapal niaga Express Bahari 1F rute Banyuwangi–Denpasar sudah tiba di dermaga Pelabuhan Marina Boom, Jumat (20/6).
KAPAL CEPAT: Meski peluncuran masih ditunda, kapal niaga Express Bahari 1F rute Banyuwangi–Denpasar sudah tiba di dermaga Pelabuhan Marina Boom, Jumat (20/6).

RADARBANYUWANGI.ID – Rencana peluncuran rute kapal cepat Banyuwangi–Denpasar yang sebelumnya dijadwalkan beroperasi mulai Juni 2025, kembali mengalami penundaan.

Kali ini, peluncuran ditargetkan bisa dilakukan pada Agustus mendatang, bertepatan dengan perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, mengatakan bahwa penundaan terjadi bukan karena kesiapan di sisi Banyuwangi, melainkan menunggu persetujuan dari pihak wilayah adat di kawasan Serangan, Denpasar, Bali, yang menjadi lokasi sandar kapal.

“Dari sisi Banyuwangi, semua sudah siap. Infrastruktur dermaga Marina Boom lengkap, trayek sudah ditentukan. Tapi kami menghormati proses di Denpasar. Di sana terminalnya kecil dan berada di wilayah adat, jadi masih perlu penataan teknis dan lalu lintas darat,” terang Nyono, Senin (13/7).

Jika proses berjalan lancar, peluncuran rute ini akan dilakukan Agustus 2025, dan akan menjadi layanan perdana kapal cepat Expres Bahari 1F. Kapal ini memiliki panjang sekitar 40 meter, lebar 6 meter, dan kapasitas angkut mencapai 350–400 penumpang.

Rute pelayaran akan melayani penumpang dari Dermaga Marina Boom Banyuwangi menuju Pelabuhan Pulau Serangan, Denpasar.

Durasi perjalanan diperkirakan memakan waktu 2,5 hingga 3 jam.

Jadwal keberangkatan ditetapkan pukul 09.00 dari Banyuwangi, dan pukul 14.00 dari Denpasar. Operasional berlangsung setiap hari kecuali Selasa.

“Tiket reguler dipatok sekitar Rp275.000, sedangkan kelas VVIP sedikit lebih tinggi. Untuk barang bawaan maksimal 20 kilogram. Kendaraan bisa diparkir di kawasan Marina Boom,” jelas Nyono.

Rute ini menurutnya bukan sekadar moda baru bagi pejalan kaki. Lebih dari itu, keberadaan kapal cepat ini disiapkan untuk mendukung arus transportasi antarprovinsi, sekaligus mengurangi potensi kepadatan di Pelabuhan Ketapang, terutama saat Tol Probowangi tersambung penuh ke Banyuwangi.

“Jika tol sudah tembus, arus kendaraan dari arah barat menuju Bali dipastikan melonjak. Maka dari sekarang, kita siapkan moda laut cepat untuk mengurai beban di Ketapang,” imbuhnya.

Konsep pelayaran kapal cepat ini dibuat mirip dengan model Batam–Singapura, yang mengandalkan efisiensi waktu dan kenyamanan.

Penumpang hanya perlu membawa barang secukupnya, sementara kendaraan pribadi cukup ditinggal di lokasi parkir Marina Boom atau area terdekat.

“Kami berharap peluncuran bisa jadi kado untuk HUT RI ke-80. Dan ini akan jadi alternatif transportasi laut modern bagi warga maupun wisatawan,” pungkasnya. (fre)

Editor : Ali Sodiqin
#kapal cepat #denpasar #wilayah adat #bali #Dermaga Marina Boom #banyuwangi