RADARBANYUWANGI.ID – Hati-hati bagi warga Jember, Bondowoso, dan sekitarnya yang berencana ke Bali akhir pekan ini.
Akses menuju Pelabuhan Ketapang dipastikan padat bahkan macet total akibat penutupan sejumlah ruas jalan utama di Kota Banyuwangi selama gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2025, yang akan berlangsung Sabtu (12/7/2025).
Pemkab Banyuwangi telah mengumumkan bahwa parade tahunan BEC akan menggunakan rute baru yang melewati jantung kota, sehingga jalur poros tengah dan timur ditutup total demi kelancaran acara.
Rute parade tahun ini dimulai dari depan SDN Kepatihan, melewati sisi barat Taman Blambangan, lanjut ke Jalan Dr. Soetomo, dan berakhir di depan Kantor Pemkab di Jalan Ahmad Yani.
“Perubahan ini dilakukan untuk memecah konsentrasi penonton dan memberi ruang yang lebih nyaman bagi peserta parade. Namun konsekuensinya, kami tutup total beberapa ruas utama kota,” ujar Ainur Rofiq, Kabid Pemasaran Disbudpar Banyuwangi.
Warga Jember – Bali: Lewat Lingkar Barat, Hindari Kota
Penutupan dilakukan di sejumlah jalur utama, seperti:
- Jalan Adi Sucipto
- Jalan Ahmad Yani
- Jalan Dr. Soetomo
- Jalan Wahidin Sudirohusodo
- Jalan RA Kartini
- Jalan Sayuwiwit
Sementara jalur timur kota yang juga ikut terdampak antara lain:
- Jalan Kepiting
- Jalan MT Haryono
- Jalan Piere Tendean
Bagi pengendara dari Jember atau Genteng yang ingin menyeberang ke Pulau Bali, disarankan tidak melintasi pusat kota. Sebagai gantinya, gunakan jalur Lingkar Barat:
- Masuk ke Patung Kuda Karangente, lalu belok ke Jalan Brawijaya
- Lanjut ke Jalan Gajah Mada – Raden Wijaya
- Masuk ke Jalan Argopuro
- Dari Pertigaan Sukowidi, belok kiri ke Jalan Yos Sudarso
- Ikuti hingga sampai ke kawasan Pelabuhan Ketapang
Dengan rute ini, pengendara bisa menghindari kemacetan di pusat kota dan tiba di pelabuhan dengan waktu tempuh yang lebih efisien.
Sebaliknya, pengendara dari Pelabuhan Ketapang menuju Jember atau Surabaya juga disarankan mengikuti jalur sebaliknya melalui Yos Sudarso – Argopuro – Raden Wijaya – Gajah Mada – Brawijaya – Karangente dan lanjut ke Genteng – Jember melalui jalur nasional.
BEC 2025 Usung Tema “Ngelukat”: Panggung Tradisi Masyarakat Osing
BEC tahun ini mengangkat tema “Ngelukat: Usingnese Traditional Ritual”, yang menampilkan berbagai tahapan penting dalam kehidupan masyarakat Osing, seperti selapan, mudun lemah, mitoni, khitan, lamaran, pernikahan, hingga semoyo buyut.
Event tahunan ini menjadi magnet wisata budaya dan telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Kemenparekraf RI.
“BEC ini bukan sekadar parade. Ini juga wajah pariwisata Banyuwangi yang mengusung tradisi, kreativitas, dan keramahan budaya lokal,” tambah Rofiq.
Pemkab Banyuwangi pun mengimbau seluruh pengguna jalan dari luar kota, khususnya warga Jember dan sekitarnya yang akan ke Pulau Bali, untuk menyesuaikan rute perjalanan agar tidak terjebak kemacetan di jalur parade. (*)
Editor : Ali Sodiqin