Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Korupsi Migas Rp285 Triliun, Inilah Beberap Fakta Mengejutkan Riza Chalid yang Jarang Terungkap

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 11 Juli 2025 | 18:00 WIB
Abdul Qohar, Dirdik Jaksa Agung Muda Jampidsus Kejakgung RI.
Abdul Qohar, Dirdik Jaksa Agung Muda Jampidsus Kejakgung RI.

RADARBANYUWANGI.ID - Riza Chalid adalah salah satu figur paling kontroversial dalam dunia bisnis energi Indonesia.

Dikenal dengan julukan "The Gasoline Godfather" atau "Saudagar Minyak", ia selama bertahun-tahun memegang pengaruh besar dalam bisnis impor minyak nasional, khususnya melalui Pertamina Energy Trading Ltd. (Petral), anak usaha Pertamina yang berbasis di Singapura.

Pengaruh Riza di industri minyak tidak hanya besar secara bisnis, tetapi juga mencakup ranah politik dan kebijakan.

Dalam satu dekade terakhir, namanya berkali-kali muncul dalam pemberitaan seputar dugaan intervensi kebijakan hingga korupsi bernilai fantastis.

Kerajaan Bisnis dan Kekayaan Fantastis

Riza Chalid diketahui sebagai beneficial owner dari sejumlah perusahaan minyak ternama, baik di dalam negeri maupun luar negeri, seperti Supreme Energy, Straits Oil, Cosmic Petroleum, Paramount Petroleum, PT Navigator Khatulistiwa, dan PT Orbit Terminal Merak.

Kekayaannya sempat ditaksir mencapai US$415 juta, menjadikannya salah satu pengusaha paling tajir di sektor energi versi Globe Asia.

Nilai bisnis minyak yang dikuasainya mencapai sekitar US$30 miliar per tahun, mencerminkan betapa kuat dominasi yang dimilikinya di sektor tersebut.

Kontroversi dan Skandal Hukum

Nama besar Riza Chalid tidak lepas dari berbagai kontroversi. Ia kini ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina–KKKS periode 2018–2023. Kasus ini menimbulkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp285 triliun.

Perusahaannya seperti PT Orbit Terminal Merak dan PT Navigator Khatulistiwa disebut berperan dalam praktik ilegal penyewaan Terminal BBM Tangki Merak.

Kontrak kerja sama yang dijalin dinilai tidak wajar dan merugikan negara, bahkan disebut dilakukan saat Pertamina tidak membutuhkan tambahan kapasitas penyimpanan.

Sebelumnya, Riza juga terseret dalam skandal "Papa Minta Saham" yang melibatkan mantan Ketua DPR Setya Novanto dan perusahaan tambang besar PT Freeport Indonesia.

Baca Juga: Kilang Disita Tapi Tetap Beroperasi, Begini Nasib Bisnis Minyak Keluarga Riza Chalid

Kehidupan Pribadi dan Jejak Keluarga

Riza lahir pada 1960 dan menikah dengan Roestriana Adrianti (Uchu Riza) pada 1985. Mereka dikaruniai dua anak, salah satunya adalah Muhammad Kerry Adrianto Riza, yang kini juga berstatus tersangka dalam kasus yang sama.

Setelah bercerai pada 2012, kehidupan pribadi Riza tetap menjadi sorotan karena keterlibatan keluarganya dalam jaringan bisnis dan hukum.

Di luar bisnis minyak, keluarga Riza juga aktif di bidang pendidikan dan hiburan anak, seperti mendirikan sekolah serta membuka KidZania di Jakarta.

Jejaring Politik dan Pengaruh Kekuasaan

Pengaruh Riza tidak berhenti di dunia usaha. Ia dikenal memiliki kedekatan dengan berbagai tokoh politik, termasuk partai-partai besar seperti Golkar, PAN, dan NasDem.

Dalam Pilpres 2014, ia dilaporkan memberikan dukungan finansial besar kepada pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa, bahkan disebut juga ikut membantu tim Jokowi-JK demi menjaga stabilitas bisnisnya.

Tokoh seperti Luhut Binsar Pandjaitan pernah mengakui bahwa Riza memiliki kekuatan politik yang signifikan.

Jejaringnya yang luas diduga menjadi alasan sulitnya proses hukum terhadapnya dalam beberapa tahun terakhir.

Status Terkini: Tersangka dan Buron

Saat ini, Riza Chalid berstatus buron dan telah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Agung.

Ia diduga berada di Singapura, dan Kejaksaan telah menjalin kerja sama dengan otoritas di sana untuk mengekstradisinya ke Indonesia.

Penetapannya sebagai tersangka tak hanya mencoreng reputasinya, tetapi juga membuka babak baru dalam upaya penegakan hukum terhadap korupsi sektor migas yang selama ini dinilai sulit disentuh. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kasus korupsi pertamina #riza chalid