Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PPATK Bekukan 10 Juta Rekening Bansos, Gus Ipul: Yang Main Judol Kita Coret!

Ali Sodiqin • Senin, 7 Juli 2025 | 02:13 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan bakal mencoret nama-nama penerima bantuan sosial (bansos) yang terbukti menyalahgunakan bantuan untuk judi online (judol).

Langkah tegas ini merupakan tindak lanjut dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengendus transaksi judol pada ratusan ribu rekening penerima bansos.

“Kalau soal bansos, itu ranah kami. Yang terbukti menyalahgunakan, ya langsung kita coret. Tapi kalau ada unsur pidana, ya itu urusan aparat penegak hukum,” tegas Gus Ipul kepada wartawan, Minggu (6/7).

Kemensos, lanjutnya, masih menunggu laporan final dari PPATK untuk menindaklanjuti temuan tersebut secara administratif.

Namun ia memastikan, pembersihan data akan dilakukan tanpa kompromi.

“Kami sudah serahkan semua data ke PPATK untuk ditelusuri. Kami tunggu hasil akhirnya,” katanya.

Langkah ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang percepatan perbaikan data bansos agar penyaluran lebih tepat sasaran.

Dari proses penyusunan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan ground check terhadap lebih dari 12 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), ditemukan 1,9 juta kasus inclusion error alias warga yang tidak layak tapi tercatat sebagai penerima bansos.

Sebaliknya, sejumlah warga miskin justru belum masuk dalam daftar penerima.

“DTSEN ini menjadi upaya pemerintah untuk memperbaiki data bansos. Kami ingin pastikan bantuan tepat sasaran,” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu.

Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa dari proses validasi, ditemukan banyak rekening dormant—alias tak aktif lebih dari lima tahun. Ironisnya, rekening tersebut digunakan untuk transaksi judi online.

“Dari kasus gagal salur itulah, kami akhirnya berkoordinasi dengan PPATK. Kami ingin tahu apakah rekening penerima ini aktif, layak, atau justru punya saldo besar,” jelasnya.

Langkah koordinatif dengan PPATK ini disebut Gus Ipul sebagai terobosan pertama dalam sejarah bansos digital.

Ia mengaku, seluruh proses dilakukan setelah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

PPATK sendiri telah membekukan 10 juta rekening penerima bansos yang terindikasi tidak layak. Di antaranya digunakan untuk transaksi judol.

“Dana bantuan yang seharusnya jadi penyambung hidup, malah dipakai main judi digital,” tulis Kemensos melalui akun resminya di media sosial.

Untuk memperkuat akurasi data, Gus Ipul bahkan menyambangi langsung kantor PPATK untuk rapat koordinasi.

“Kami mohon bantuan PPATK melakukan analisis menyeluruh atas rekening penerima bansos. Supaya lebih akurat, tepat sasaran, dan tidak disalahgunakan,” pungkasnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#bansos dipakai judol #gus ipul #mensos #ppatk #penerima bansos dicoret #rekening dibekukan