Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Begini Kondisi Terakhir Sebelum Hilang

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 4 Juli 2025 | 00:28 WIB
Kondisi penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi pada Kamis (3/7) masih normal usai tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
Kondisi penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi pada Kamis (3/7) masih normal usai tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

RADARBANYUWANGI.ID - Perairan Selat Bali menjadi saksi bisu tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya pada Rabu malam (2/7). 

Tim SAR gabungan hingga kini terus mengintensifkan pencarian korban dan upaya evakuasi di titik utama tenggelamnya kapal yang berada pada kedalaman sekitar 50 meter.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya Mohammad Syafii, menyatakan bahwa pencarian difokuskan pada area dengan medan cukup ekstrem.

"Informasi sementara, titik tenggelam kapal berada pada kedalaman 50 meter," ungkap Syafii dalam konferensi pers pada Kamis (3/7).

Dukungan Penuh Operasi SAR

Untuk mempercepat proses pencarian, Basarnas mengerahkan sembilan kapal besar dan hampir 400 personel gabungan, termasuk penyelam profesional, unsur TNI AL, Polairud, serta relawan. 

Operasi pencarian mencakup area seluas 194 nautical mile persegi, menjadikannya salah satu operasi SAR terbesar di kawasan perairan nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Pelaksanaan operasi SAR masih mengacu pada durasi standar tujuh hari kerja, namun dapat diperpanjang sesuai situasi di lapangan. 

“Operasi setiap saat bisa kita evaluasi dan kita perpanjang bila memang masih dibutuhkan," tegas Syafii.

Kronologi Kejadian

KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam saat melakukan pelayaran dari Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali. 

Kapal berangkat pada pukul 22.56 WIB setelah melakukan bongkar muat di Pelabuhan LCM Ketapang. 

Sekitar pukul 23.15 WIB, kapal kehilangan kontak dengan pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan kemudian dikonfirmasi tenggelam.

Di dalam kapal, terdapat 53 penumpang, 12 Anak Buah Kapal (ABK), serta 22 unit kendaraan berbagai jenis. 

Cuaca ekstrem pada malam kejadian diduga kuat menjadi faktor penyebab musibah. Saat itu, arus laut mencapai kecepatan 2 meter per detik, gelombang setinggi 2,5 meter, dan kecepatan angin tercatat mencapai 9 knot.

Cuaca Buruk Jadi Sorotan

Pihak berwenang menilai bahwa kondisi cuaca buruk yang terjadi di Selat Bali turut memperbesar risiko kecelakaan pelayaran. 

Evaluasi sistem keamanan dan mitigasi risiko pelayaran di kawasan rawan seperti Selat Bali menjadi perhatian penting pasca tragedi ini.

Hingga saat ini, proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung dengan harapan besar dapat menyelamatkan korban yang mungkin masih selamat dan mempercepat penanganan lebih lanjut terhadap peristiwa ini. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KMP Tunu Pratama Jaya #kapal tenggelam