Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Deretan Warisan Karya Fenomenal Sang Maestro Dangdut Hamdan ATT: Termiskin di Dunia Hingga Secangkir Kopi

Agung Sedana • Rabu, 2 Juli 2025 | 22:40 WIB
Hamdan ATT meninggal dunia, ini sederet karya fenomenalnya.
Hamdan ATT meninggal dunia, ini sederet karya fenomenalnya.

RADARBANYUWANGI.ID - Sebelum wafat, nama Hamdan Attamimi atau lebih dikenal dengan Hamdan ATT sudah lama melekat di hati pecinta musik dangdut Indonesia.

Penyanyi kelahiran Jakarta, 17 Januari 1946 ini dikenal luas lewat lagu-lagunya yang tidak hanya mendayu tapi juga sarat makna kehidupan.

Sejak merintis karier pada 1964 bersama grup Quinta Bayangan, Hamdan ATT telah puluhan tahun menghibur lewat syair sederhana yang begitu mengena di telinga masyarakat.

Salah satu karya yang paling melegenda adalah lagu Termiskin di Dunia. Dirilis pada era 1980-an, lagu ini menjadi pengingat betapa perbedaan status sosial tak pernah bisa membendung cinta, meski kerap berujung nestapa.

Sampai hari ini, liriknya masih sering diputar dan dinyanyikan di berbagai panggung rakyat maupun media sosial.

Tak kalah terkenal, lagu Secangkir Kopi juga pernah hits di album Terminal Dangdut tahun 2007.

Lagu ciptaan Ferry AW ini mengisahkan getirnya rumah tangga yang renggang, diceritakan lewat adegan seorang suami pulang kerja yang tak lagi disambut hangat.

Selain itu, Hamdan ATT punya sederet lagu dengan tema kritis namun membumi, seperti Harta dan Cinta dari album Mabuk Judi (1986) yang menegaskan cinta sejati tak bisa dibeli.

Ada pula Tidak Semua Laki-Laki yang rilis pada 1992, menolak generalisasi pada kaum pria.

Lagu Kau Anak Haji Aku Anak Penjudi karya Asmin Cayter juga menjadi salah satu tembang paling berani, membahas realita perbedaan latar belakang keluarga yang kerap menimbulkan konflik batin.

Sejumlah lagu lainnya seperti Jandaku, Jangan Cintai Aku, Bekas Pacar, Sakit Hati, Patah Kemudi, hingga Emas Menjadi Tembaga menegaskan betapa produktifnya Hamdan ATT menciptakan warna tersendiri dalam industri dangdut.

Lewat lirik-liriknya, ia seolah menulis catatan hidup orang kecil: jujur, apa adanya, dan tak jarang penuh ironi.

Atas dedikasinya, Hamdan ATT dianugerahi Lifetime Achievement Award pada ajang Indonesian Dangdut Awards 2021.

Penghargaan ini menjadi saksi betapa besar kontribusinya dalam mengangkat dangdut menjadi musik rakyat yang abadi lintas generasi.

Sayangnya, perjalanan hidup sang maestro harus berakhir pada Selasa, 1 Juli 2025. Hamdan ATT menghembuskan napas terakhir di kediamannya di Kramat Jati, Jakarta Timur pada usia 76 tahun.

Sang putri, Aisyah Kamaliah, mengungkap bahwa ayahnya pergi dengan tenang, seperti orang yang sedang tertidur.

Sejak beberapa tahun terakhir, Hamdan memang berjuang melawan penyakit stroke yang sempat dua kali menyerang pada 2017 dan 2021.

Tak hanya itu, pecah pembuluh darah di otak pada Oktober 2024 serta gagal ginjal kronis yang mengharuskannya rutin cuci darah, turut memperberat kondisinya hingga akhir hayat.

Jenazah Hamdan ATT dimakamkan di TPU Kampung Dukuh, Jakarta Timur, pada 2 Juli 2025.

Sejumlah musisi senior hingga generasi muda dangdut turut menyampaikan rasa duka, mengenang beliau bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga teladan yang sederhana dan rendah hati.

Meski raganya telah tiada, suara emas dan syair-syairnya akan terus hidup, menemani masyarakat di setiap sudut panggung dangdut Nusantara.

Editor : Agung Sedana
#warisan #hamdan att #termiskin di dunia #meninggal #karya