RADARBANYUWANGI.ID – Ketika sebagian orang menahan diri untuk membeli mobil baru karena harga yang selangit, para pemilik truk justru melangkah lebih jauh.
Mereka melakukan modifikasi kendaraan niaga ini hingga menghabiskan dana setara satu unit SUV mewah.
Fenomena ini mencuat seiring memanasnya aksi demo para sopir truk menolak kebijakan zero ODOL (over dimension and over load) yang pada 19 hingga 21 Juni 2025 lalu.
Alih-alih mematuhi aturan dimensi dan beban muatan, sejumlah pemilik dan sopir truk justru memilih melakukan aksi protes.
Alasannya sederhana: permintaan pasar tetap tinggi, dan biaya logistik yang ditekan membuat permintaan akan muatan besar terus tumbuh.
Maka, truk-truk ODOL pun bermunculan—tak sekadar “melanggar”, tapi juga tampil memukau di jalanan.
Biaya Modifikasi: Dari Puluhan Hingga Ratusan Juta
Harga modifikasi truk? Jangan kaget. Untuk urusan variasi, tidak ada batasan. Modifikasi ringan seperti stiker atau cat bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah.
Namun, ketika masuk ke ranah modifikasi mekanikal dan eksterior total, angkanya bisa membubung tinggi.
- Modifikasi ringan: Rp500 ribu – Rp5 juta
- Eksterior dan interior standar: Rp10 juta – Rp50 juta
- Mekanis dan tampilan total: Rp50 juta – Rp300 juta
- Modifikasi ekstrem ala kontes: bisa tembus Rp300 juta lebih
Sebut saja Heri Purwanto asal Wonogiri. Ia tak segan mengeluarkan biaya hingga Rp118,5 juta hanya untuk memodifikasi satu unit truk Mitsubishi Fuso Canter 3.900 cc.
Itu belum termasuk harga truknya yang mencapai Rp282 juta.
“Semua sudah saya ikutkan kontes. Terakhir tampil di Sejuta Colt Diesel, Sejuta Cerita, Jakarta,” ujar Heri bangga.
Modifikasi yang dilakukan mencakup body custom, cat full variasi, interior jok dan dashboard hingga audio canggih.
Bahkan, ia memilih karoseri ternama seperti Santoso Putro dan Mekar Jaya Lamongan.
Modifikasi Kontes: Truk Jadi Bintang Jalanan
Tak hanya Heri, Jerry Sujari dan tim dari PT Bukit Jaya Mandiri (BJM) Kuningan rela merogoh Rp300 juta untuk memodifikasi Canter FE 74 HD menjadi truk bertema Transformer.
Kabin mewah, audio SQL Venom, hingga lampu custom menghiasi truk yang butuh setahun penuh untuk digarap.
Dari Banyumas, Nirwana Custom Truck juga tak mau kalah. Dengan budget Rp115 juta, mereka memodifikasi Colt Diesel dengan tema serupa.
Tak tanggung-tanggung, bumper depan, air scoop, hingga emblem VVT-i menggunakan sistem hidrolik.
Kreasi mereka membawa hasil. Truk ini dinobatkan sebagai juara kategori bodi dan cat dalam kontes modifikasi.
Satu Truk = Satu Toyota Agya GR Sport
Ali Sadikin, sopir asal Ciamis, menjadi sorotan karena modifikasi truk Fuso Canter 2009 milik bosnya yang menelan biaya Rp150 juta.
“Untung bos saya yang biayai,” ucapnya sambil tertawa.
Hasilnya? Truk tampil beda, layaknya mobil sport.
Di sisi lain, bengkel Irsyad Putra Karoseri di Batang, Jawa Tengah, menggarap truk berwarna hijau tosca yang viral di TikTok.
Dengan budget Rp93 juta, mereka berhasil membuat truk tampil atraktif lewat permainan warna cerah dan interior warna magenta-kuning.
“Pengerjaannya sekitar satu bulan setengah, dikerjakan enam kru,” kata Eko, pemilik karoseri.
Komunitas Jadi Wadah Bertukar Gairah Modifikasi
Mitsubishi Fuso bahkan menyadari pentingnya peran komunitas pecinta Canter.
Dalam acara GIIAS 2024 di ICE BSD, Tangerang, Fuso mengajak lebih dari 13 ribu anggota komunitas untuk hadir dan memamerkan kendaraan modifikasi mereka.
Tiga unit Canter yang tampil di booth Mitsubishi Fuso menjadi daya tarik utama.
“Komunitas adalah bagian penting yang menunjukkan cinta terhadap produk,” ujar Sudaryanto, GM Business Communication PT KTB.
Tak hanya itu, mereka juga meluncurkan akun TikTok resmi @mitsubishifuso.id sebagai platform komunikasi antara produsen dan komunitas.
Tidak Sekadar Keren, Tapi Juga Laku Mahal
Dari dalam negeri hingga luar negeri, truk modifikasi memang punya pasar.
Truk semi-trailer Thor 24 karya Mike Harrah dari AS sempat dijual Rp169 miliar dalam lelang, setelah sebelumnya menghabiskan biaya modifikasi sekitar Rp100 miliar.
Siap Merogoh Kocek?
Dengan tren seperti ini, jelas bahwa dunia modifikasi truk bukan sekadar hobi. Ini sudah menjadi budaya, identitas, bahkan investasi.
Apakah Anda siap mengubah truk niaga menjadi karya seni berjalan dengan nilai setara mobil premium?
Karena, seperti kata para sopir: lebih baik mahal tapi bangga, daripada biasa saja dan tak dilirik siapa-siapa di jalan. (*)
Editor : Ali Sodiqin