Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mogok Sopir Truk ODOL, Pelabuhan Ketapang Sepi! Tapi Kenapa Tanjung Wangi Tetap Ramai?

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 21 Juni 2025 | 12:00 WIB
MASIH RAMAI: Truk pengangkut logistik memenuhi ruang tunggu kendaraan (RTK) di dekat Pelabuhan Tanjung Wangi, Jumat (20/6).
MASIH RAMAI: Truk pengangkut logistik memenuhi ruang tunggu kendaraan (RTK) di dekat Pelabuhan Tanjung Wangi, Jumat (20/6).

RADARBANYUWANGI.ID - Aksi mogok sejumlah sopir truk overdimension overload (ODOL) di sejumlah daerah memberikan dampak yang berbeda di dua pelabuhan utama Banyuwangi.

Di Pelabuhan Tanjung Wangi, arus truk pengangkut logistik masih terbilang cukup lancar dan normal. Sedangkan di Pelabuhan Ketapang terjadi penurunan hingga 25 persen dari jumlah kendaraan logistik.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Tanjung Wangi Budi Sanjoyo menyatakan, secara visual kondisi Pelabuhan Tanjung Wangi tetap terlihat ramai seperti biasa.

Antrean kendaraan di ruang tunggu kendaraan (RTK) lini 2 masih terpantau penuh. Dari data selama empat hari terakhir, tercatat ada 844 kendaraan yang naik kapal dan menyeberang ke Pelabuhan Lembar.

Angka ini masih cukup normal dan tidak berubah dari hari hari biasanya.

Dia menambahkan, kapal-kapal tujuan Lembar yang masih dipenuhi dengan truk logistik, mengindikasikan bahwa aksi sebagai bentuk protes terhadap aturan zero ODOL tidak berdampak signifikan terhadap operasional dan jumlah kendaraan melalui Pelabuhan Tanjung Wangi.

”Dalam seminggu terakhir tidak ada perubahan jumlah kendaraan yang menyeberang. Tidak ada dampak dari demo yang terjadi di Surabaya. Di sekitar pelabuhan juga tidak ada razia, jadi semua berjalan normal,” tegas Budi.

Namun, laporan berbeda datang dari Pelabuhan ASDP Ketapang. Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Kerja Ketapang Bayu Kusumo Nugroho mengungkapkan, terjadi penurunan jumlah kendaraan logistik.

”Terjadi penurunan sampai 25 persen untuk kendaraan logistik di wilayah Pelabuhan Ketapang,” ungkap Bayu.

Penurunan ini sudah terjadi selama dua hari terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Pelabuhan Ketapang ikut terdampak dari aksi demonstrasi truk logistik di Surabaya.

Sementara, untuk data produksi di Pelabuhan Ketapang, kemarin tercatat ada 1.588 truk yang menyeberang dari arah Ketapang menuju Bali.

Jumlah tersebut didominasi oleh golongan VB dengan 667 kendaraan, disusul Golongan VII sebanyak 640 kendaraan, golongan VIB 259 kendaraan, dan golongan IX 22 kendaraan.

”Demonstrasi sopir truk ODOL ada pengaruhnya, jumlah kendaraan yang menyeberang mengalami penurunan. Baru mulai ramai pada malam hari, tapi hitungannya tetap sepi,” pungkas Bayu. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Demo Sopir Truk #Overdimension Overload #pelabuhan ketapang #zero ODOL #tanjung wangi #truk odol