Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar Kapan Jalan? Dishub Jatim Janji Dibuka Juni, Tapi…

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 20 Juni 2025 | 13:30 WIB
Ilustrasi kapal cepat rute Pelabuhan Marina Boom Banyuwangi - Serangan, Denpasar, Bali.
Ilustrasi kapal cepat rute Pelabuhan Marina Boom Banyuwangi - Serangan, Denpasar, Bali.

RADARBANYUWANGI.ID - Pengoperasian kapal cepat rute Denpasar–Banyuwangi direncanakan pertengahan bulan ini.

Namun, rencana tersebut tertunda. Saat ini, Dishub Jatim masih berkoordinasi dengan Pemkot Denpasar untuk pengoperasiannya.

Kepala Bidang Perhubungan Laut Dishub Jatim Luhur Prihadi menjelaskan harapannya agar kapal cepat bisa dioperasikan akhir Juni.

Sudah ada koordinasi seluruh stakeholder terkait masalah tersebut. ”Semua sepakat mendukung keberadaan kapal cepat,” kata Luhur.

Luhur tak menampik jika masih perlu tambahan waktu untuk launching perdana. Hal itu bertujuan agar operator benar-benar siap. ”Operator diharapkan siap setelah dioperasikan,” tambah Luhur.

Pengoperasian kapal cepat merupakan program Khofifah-Emil di periode kedua. Saat ini, pengoperasian kapal khusus sudah melalui kajian.

Setidaknya, terdapat 4 rute pelayaran Trans Laut yang digagas Pemprov Jatim. Yaitu rute Pelabuhan Pantai Boom (Banyuwangi)–Pelabuhan Serangan (Bali), rute Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi–Balikpapan, rute Pelabuhan Jangkar di Situbondo–Balikpapan, serta rute Probolinggo tujuan Sumenep.

Dari seluruh rute tersebut, Trans Laut Probolinggo–Sumenep juga cukup potensial. Sudah ada kajian yang akan dilewati kapal.

Kapal cepat berkapasitas 300 orang akan melwati Gili Iyang melalui Gili Mandangin, Gili Ketapang, kemudian Gili Labak sampai Gili Iyang.

”Rencana ini dioperasikan mulai Oktober. Saat peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim,” kata Kadishub Jatim Nyono.

Dia memastikan jika seluruh dermaga yang bakal disinggahi kapal siap. ”Sudah dibangun dermaganya. Tinggal angkutannya,” kata Nyono.

Menurut dia, program ini merupakan salah satu upaya pemprov untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah kepulauan.

Itu juga untuk meningkatkan konektivitas. Dengan Trans Laut, maka masyarakat lebih mudah bepergian.

Selain itu, Trans Laut juga diharapkan mendukung sektor pariwisata di pulau-pulau kecil sekitar Madura. Sebab, selama ini jalur itu hanya bisa diakses dengan kapal tradisional.

Progres Trans Laut Jatim rute Probolinggo–Sumenep, lanjut Nyono, saat ini dalam tahap pengadaan barang dan jasa.

Termasuk memilih operator pelayaran ini. Pengelolaan rute ini menggunakan skema buy the service (BTS). Pemprov akan memberikan subsidi.

”Tarifnya terjangkau. Rencana antara Rp 50 ribu sampai Rp 75 ribu/penumpang,” jelas Nyono.

Menurut dia, selama ini belum ada pelayaran reguler rute Probolinggo ke Sumenep dan sebaliknya. Sehingga, dia optimistis penggunanya akan banyak. (hen/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#kapal cepat #dishub jatim #denpasar #banyuwangi