RADARBANYUWANGI.ID – Kesabaran warga Desa Tanjungsepreh, Kecamatan Maospati, Magetan, Jawa Timur, akhirnya habis.
Rabu pagi (4/6/2025) pekan lalu, puluhan warga turun ke jalan, memblokade akses utama desa yang mengarah ke Ponpes Al Fatah Temboro.
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap rusaknya jalan akibat lalu lalang truk over dimensi dan over loading (ODOL), khususnya truk bermuatan tanah urug.
Dikutip dari Jawa Pos Radar Madiun, aksi berlangsung sejak pagi buta. Warga membentangkan spanduk bertuliskan penolakan truk ODOL dan mendirikan barikade darurat di tengah jalan.
Mereka juga membawa poster berisi tuntutan agar dump truk dilarang melintas di jalan desa yang kondisinya sudah nyaris tak layak pakai.
“Jalan ini sudah seperti kubangan. Banyak warga jatuh, bahkan ada yang meninggal karena tergelincir,” ujar Parno, Kepala Desa Tanjungsepreh, yang turut memimpin aksi.
“Kami minta jalur ini ditutup untuk dump truk sampai ada kepastian tertulis dari pemkab.”
Akses Vital Rusak, Warga Tuntut Tindakan Nyata
Jalan yang diblokade warga bukan sekadar jalan biasa. Itu adalah jalur utama yang dilalui santri dan warga untuk menuju ke Pondok Pesantren Al Fatah, salah satu pesantren terbesar di Magetan.
Namun, menurut warga, kondisi jalan sangat timpang jika dibandingkan dengan desa tetangga yang jalannya sudah di-hotmix mulus.
“Kami tidak menolak semua truk. Hanya truk tanah urug yang bikin jalan ambrol. Truk tanah liat, tebu, atau pengangkut genteng masih kami toleransi, asal muatannya wajar,” tambah Parno.
Kondisi makin parah karena proyek pelebaran jalan yang sudah lama direncanakan tak kunjung direalisasikan.
“Plang proyek masih berdiri, tapi alat berat tidak pernah datang. Proyek jalan ini seolah cuma tempelan,” tegas Kingkin Prasetyo, orator aksi.
Kingkin menyebut warga sudah memiliki rekaman video truk ODOL yang kerap melintas dengan muatan tak masuk akal.
Namun, saat aksi berlangsung, truk-truk itu menghilang. “Sepertinya bocor informasi. Pas kami demo, truknya mendadak lenyap semua,” keluhnya.
Dijaga Ketat, Warga Tetap Konsisten
Aksi blokade berlangsung tertib dengan pengamanan ketat dari personel TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Meski sempat terjadi adu argumen kecil, situasi tetap kondusif.
Warga menyampaikan tuntutan secara tertulis dan meminta Dinas PUPR Kabupaten Magetan segera turun tangan memperbaiki jalan dengan metode yang benar.
“Jangan hanya tambal sulam. Itu tidak menyelesaikan masalah. Kami ingin jalan ini aman, layak, dan tahan lama,” tandas Parno.
Aksi ini menjadi peringatan keras bahwa masyarakat di tingkat desa kini semakin sadar haknya atas infrastruktur yang layak.
Mereka tak lagi diam melihat kerusakan yang terus terjadi akibat kebijakan dan pengawasan yang lemah terhadap truk ODOL. (*)
Editor : Ali Sodiqin