Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Reaksi Tetangga Farel di Banyuwangi Pasca Ayahnya Ditangkap Polisi, Ketua RT Sebut Tertutup dan Jarang Bergaul

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 13 Juni 2025 | 20:00 WIB
TUTUP: Rumah Joko Suyoto, ayah penyanyi Farel Prayoga di  Dusun Sumberjo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, tertutup rapat, Kamis (12/6)
TUTUP: Rumah Joko Suyoto, ayah penyanyi Farel Prayoga di Dusun Sumberjo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, tertutup rapat, Kamis (12/6)

RADARBANYUWANGI.ID – Kasus judi online (Judol) jenis Mahjong yang melibatkan ayah penyanyi cilik Farel Prayoga, Joko Suyoto, 46, membuat warga sekitar rumahnya di Dusun Sumberjo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Banyuwangi, kaget.

Para tetangga menyampaikan ayah penyanyi ojo disbanding-bandingke itu tidak pernah dicurigai jadi pencandu permainan setan itu, Kamis (12/6).

Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Suyono, 56, mengatakan, selama ini tidak mengetahui kalau Joko jika diruntut masih kerabatnya, itu kecanduan judol.

“Itu kan hak masing-masing. Selama ini saya tidak tahu kalau dia main itu (judol),” katanya saat ditemui di rumahnya.

Suyono menyebut keluarga Joko termasuk yang paling tertutup di lingkungannya.

Menurutnya, rumah Joko yang masuk di RT 2, RW 1 itu, sangat jarang terbuka.

“Jarang sekali terbuka, orangnya juga jarang berbaur dengan masyarakat. Kalau ada kerja bakti, yang biasa ikut kakak Farel, namanya Fanus,” sebutnya.

Hal itu, kata dia, sebenarnya dimaklumi. Sepengetahuanya, Farel masih kerap mendapat jadwal manggung di luar daerah. Dan Joko sering mendampingi Farel.

“Biasanya kalau tutup, berarti ke luar kota. Farel masih sering dapat undangan nyanyi, dan ayahnya yang mengantar,” tuturnya.

Karena itu, lanjut dia, Joko sangat jarang terlihat di kampungnya.

Apalagi, karakter Joko memang terkenal cuek. Menurutnya, pria asal Pasuruan itu sangat jarang tongkrongan di lingkungan.

“Setahu saya tidak pernah punya masalah, entah kerusuhan atau apa. Itu kalau di kampung sini, kalau di luar tidak tahu juga,” ucapnya.

Meski jarang ikut kegiatan kampung, Joko yang menurut keterangan warga masuk Islam sejak dua tahun lalu ini, masih sering memberikan kontribusi ke lingkungan. Setiap kali ada iuran kegiatan, memberikan bantuan.

“Jujur, saya masuk ke rumahnya ya saat ada tarikan iuran. Harus saya ketok beberapa kali sampai ada yang keluar rumah,” katanya.  

Setelah ada masalah tersebut, rumah Farel semakin rapat tertutup.

Pantauan Jawa Pos Radar Genteng, Kamis (12/6), sejak pagi tidak ada orang yang keluar rumah.

Bahkan, kurir paket yang datang harus menunggu cukup lama sampai akhirnya pergi.

“Informasi dari tetangga, ibunya pergi sejak pagi, Farel juga tidak ada,” tandasnya.

Diduga, Farel dan keluarganya menginap di rumahnya yang lain. Menurut Suyono, sejak viral dan terkenal, Farel bisa membeli dua rumah baru.

“Satu masih ada di kampung sini, satunya di (Desa) Sumbersari, Kecamatan Srono, mungkin keluarga mereka juga tinggal di sana,” katanya.

Sudah beberapa hari ini, Farel juga tidak terlihat berangkat sekolah.

Biasanya, warga masih melihat bocah yang terkenal dengan lagu Ojo Dibandingke itu, berangkat sekolah dengan diantar kakaknya.

“Kalau tidak lihat diantar sekolah, berarti memang tidak di sini,” pungkasnya.(sas/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#judi online #jarang bergaul #ayah farel prayoga #judol