Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Diskon Tarif Listrik Batal, Warga Bayar Tagihan Juni-Juli Utuh

Agung Sedana • Selasa, 3 Juni 2025 | 14:29 WIB
Meteran listrik.
Meteran listrik.

RADARBANYUWANGI.ID - Harapan masyarakat akan keringanan tagihan listrik melalui program diskon 50 persen resmi pupus. Pemerintah memutuskan untuk membatalkan rencana pemberian diskon tarif listrik yang sedianya berlaku mulai 5 Juni hingga 31 Juli 2025. 

Program tersebut awalnya ditujukan bagi pelanggan rumah tangga berdaya 450 VA hingga 1.300 VA untuk meringankan beban selama masa libur sekolah dan bersamaan dengan pencairan gaji ke-13.

Kebijakan ini awalnya diumumkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta sempat mendapat dukungan awal dari PT PLN (Persero). 

Namun, pada Minggu (2/6/2025), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pemerintah memutuskan untuk membatalkan kebijakan tersebut dengan alasan keterbatasan anggaran negara.

"Kami telah mengevaluasi kembali situasi fiskal. Saat ini, pemerintah memprioritaskan alokasi anggaran untuk sektor kesehatan, pendidikan, dan subsidi energi lainnya yang sifatnya lebih mendesak dan berjangka panjang," ujar Sri Mulyani, dikutip pada Selasa (3/6).

Sri Mulyani menambahkan bahwa stimulus ekonomi tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk pemotongan tarif, terutama jika manfaatnya hanya bersifat sesaat.

“Diskon listrik memang meringankan, tapi efeknya sangat jangka pendek. Kita harus fokus pada program-program dengan multiplier effect yang lebih luas,” katanya.

Pihak PT PLN pun merespons pembatalan ini dengan menghormati keputusan pemerintah dan memastikan bahwa pasokan listrik tetap aman, stabil, dan tidak terganggu.

“PLN akan tetap menjalankan tugas pelayanan publik dengan optimal, meski program insentif ini tidak dilanjutkan. Kami juga tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan energi,” ujar Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto.

Sebelumnya, program diskon listrik sempat digadang-gadang sebagai bagian dari strategi “stimulus ringan” menjelang masa kenaikan beban listrik rumah tangga selama libur sekolah. 

Pemerintah berharap masyarakat tetap mendapat manfaat dari berbagai bantuan sosial yang masih berjalan seperti subsidi LPG, bantuan pendidikan, dan bantuan pangan.

 

Hingga saat ini, PLN belum merilis kebijakan baru sebagai pengganti dari diskon tarif listrik tersebut. Masyarakat diminta untuk mengikuti perkembangan resmi melalui aplikasi PLN Mobile dan situs resmi milik PLN.

Editor : Agung Sedana
#batal #diskon listrik