RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mengambil langkah cepat untuk menangani persoalan gaji puluhan karyawan eks Perusahaan Daerah (Perusda) Pasir Putih yang belum dibayarkan.
Akibat keterlambatan pembayaran gaji tersebut, puluhan karyawan melakukan aksi mogok kerja dengan menutup pintu masuk ke kawasan Wisata Bahari Pasir Putih pada Kamis (22/5) lalu.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menjelaskan bahwa Pemkab Situbondo tidak menutup mata terhadap persoalan karyawan Pasir Putih. Pihaknya terus mencari solusi terbaik untuk segera mencairkan gaji mereka.
"Pasti kami carikan solusi, kasihan mereka, lima hari lalu saya sudah bertemu dengan mereka dan saya minta untuk bersabar, kami sangat memahami bahwa mereka telah bekerja dan berhak mendapatkan gaji. Namun, jika pembayaran gaji ini tetap dilakukan, bisa menjadi temuan sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, terutama untuk gaji yang belum dibayar sejak Januari hingga Maret," jelas Mas Rio, Kamis (23/5) lalu.
Dia mengungkapkan Pemkab akan berkoordinasi dengan BPK dan meminta fatwa resmi untuk mendapatkan dasar hukum pembayaran. Selain itu, kebijakan pengelolaan ke depan juga akan ditata ulang.
"Solusi kedua, bisa menggunakan skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), tapi itu memerlukan waktu, sementara gaji mereka harus segera dibayarkan, karena itu, saya berharap paling tidak pada hari Senin sudah ada keputusan untuk mencairkan gaji mereka, kalau memang langkah terburuknya harus menjadi temuan di tahun depan, mau bagaimana lagi, toh kita juga mendapatkan pendapatan dari Wisata Pasir Putih," ujarnya.
Ke depannya, Mas Rio berharap sistem penerimaan di Wisata Pasir Putih dapat ditata lebih baik melalui digitalisasi.
"Saya sudah sampaikan kepada teman-teman di Pasir Putih bahwa mindset harus berubah, tidak boleh seperti sebelumnya, harus lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen terhadap digitalisasi," tambahnya.
Dia juga menegaskan bahwa Wisata Pasir Putih tetap buka seperti biasa dan tidak akan ditutup untuk wisatawan. "Pesan saya, tetap tenang," pungkasnya. (mg1/pri)
Editor : Ali Sodiqin