Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

27 Tahun Orde Baru Runtuh: Akhir Kepemimpinan Soeharto dan Lahirnya Era Reformasi

Ali Sodiqin • Rabu, 21 Mei 2025 | 11:20 WIB
Ribuan mahasiswa berhasil menduduki gedung DPR Senayan, mereka menuntut reformasi dan pergantian rezim. (Jawa Pos)
Ribuan mahasiswa berhasil menduduki gedung DPR Senayan, mereka menuntut reformasi dan pergantian rezim. (Jawa Pos)

RADARBANYUWANGI.ID — Tanggal ini, 21 Mei, menjadi salah satu tonggak bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Setelah berkuasa selama kurang lebih 32 tahun, Presiden Soeharto resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kejatuhan Soeharto sekaligus menandai berakhirnya rezim Orde Baru dan menjadi awal dari era reformasi yang digerakkan oleh kekuatan rakyat.

Runtuhnya Orde Baru tidak terjadi dalam sekejap. Krisis moneter yang melanda Asia Tenggara sejak 1997 menjadi pemicu utama terguncangnya fondasi ekonomi Indonesia.

Nilai rupiah merosot tajam, inflasi melonjak, dan berbagai kebutuhan pokok menjadi sulit dijangkau masyarakat.

Kondisi ini diperparah dengan maraknya praktik korupsi di kalangan elite pemerintahan, monopoli ekonomi oleh perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan keluarga Cendana, serta sistem kapitalisme yang menggerus keberlangsungan usaha kecil rakyat.

Kesenjangan ekonomi yang semakin lebar menciptakan ketegangan sosial dan memicu gelombang unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat, terutama mahasiswa.

Seruan reformasi menggema di seluruh penjuru negeri. Titik balik terjadi pada 12 Mei 1998, ketika empat mahasiswa Universitas Trisakti tewas akibat ditembak aparat keamanan saat menggelar aksi damai.

Insiden tragis ini menyulut kemarahan publik dan memperkuat tuntutan agar Soeharto mundur dari kekuasaan.

Tekanan demi tekanan dari mahasiswa, tokoh masyarakat, dan berbagai kelompok sipil akhirnya memaksa Soeharto untuk mengambil langkah mundur.

Pada 21 Mei 1998, di Istana Merdeka, Soeharto menyatakan pengunduran dirinya dan menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden B.J. Habibie.

Peristiwa ini menutup lembaran panjang Orde Baru yang dikenal dengan stabilitas politik namun juga diwarnai dengan otoritarianisme dan korupsi.

Sebaliknya, era reformasi yang dimulai sejak saat itu membuka jalan bagi demokratisasi, transparansi, dan partisipasi publik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#21 mei 1998 #rezim orde baru tumbang #era reformasi #presiden soeharto