Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

500.000 Driver Ojol Lakukan Aksi Offbid Massal Selasa 20 Mei, Jakarta Bakal Lumpuh, Ini Tuntutannya

Ali Sodiqin • Selasa, 20 Mei 2025 | 01:38 WIB
Ilustrasi demo ojol. (Jawa Pos Radar Jogja)
Ilustrasi demo ojol. (Jawa Pos Radar Jogja)

RADARBANYUWANGI.ID — Ibu kota Jakarta diprediksi akan "diserbu" oleh ribuan pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online pada Selasa 20 Mei 2025 dalam aksi unjuk rasa besar-besaran bertajuk Aksi 205.

Aksi ini merupakan reuni aspirasi nasional yang diprakarsai oleh berbagai aliansi pengemudi daring sebagai bentuk protes terhadap kondisi kerja yang dinilai semakin memburuk.

Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menyatakan bahwa aksi akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, dengan estimasi partisipasi mencapai 500.000 driver yang akan turun ke jalan atau melakukan aksi offbid massal (mematikan aplikasi dan tidak mengambil pesanan).

Titik Panas di Jakarta

Di Jakarta, pusat konsentrasi massa akan berada di tiga lokasi utama: Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR RI.

Aksi ini tidak hanya melibatkan pengemudi roda dua, tetapi juga taksi online roda empat dari berbagai wilayah di Indonesia.

Wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Cirebon, Bandung, Cikampek, Karawang, serta Palembang, Lampung, dan Banten Raya disebut turut mengirimkan perwakilan.

Sejumlah aliansi yang akan turun ke jalan di antaranya adalah APOB, GOGRABBER, TEKAB, SAKOI, GEPPAK, dan Gerakan Putra Putri Asli Kalimantan.

Protes Terhadap Potongan Platform dan Ketidakadilan

Salah satu pemicu utama aksi ini adalah besarnya potongan yang diambil oleh platform transportasi online, yang disebut-sebut mencapai 70 persen dari pendapatan mitra pengemudi.

Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati, menegaskan bahwa kondisi kerja pengemudi sudah tidak manusiawi dan eksploitasi semakin menjadi.

“Pengemudi hanya mendapat Rp 5.200 dari satu kali pengantaran makanan, padahal pelanggan membayar Rp 18.000 ke platform. Ini jelas bentuk pemerasan,” ujar Lily.

SPAI menuntut agar potongan platform maksimal hanya 10 persen atau bahkan dihapus sama sekali.

Mereka juga mendesak adanya kejelasan sistem pembagian pesanan penumpang, barang, dan makanan yang setara, serta menolak skema prioritas yang dianggap diskriminatif.

Tuntutan Kesetaraan dan Penghapusan Diskriminasi

Lebih lanjut, SPAI mengkritik adanya skema prioritas yang membuat hanya sebagian pengemudi mendapatkan lebih banyak pesanan.

“Skema ini menciptakan ketidakadilan. Pengemudi yang tidak ikut skema tidak mendapatkan hak yang sama dalam bekerja,” tegas Lily.

Dengan skala aksi yang sangat besar dan partisipasi luas dari berbagai wilayah dan organisasi, Aksi 205 diprediksi akan berdampak signifikan pada layanan transportasi dan pengantaran daring di seluruh Indonesia pada Selasa 20 Mei. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#demo ojol #dpr ri #jakarta #Aksi 205 #Aksi offbid driver ojol 2025 #20 mei #Driver Ojol