RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berlokasi di Lingkungan Secang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, yang dimulai pada tahun 2023 masih terus berjalan hingga Rabu (15/5).
Hampir setiap hari, puluhan pekerja menuntaskan pekerjaan fisik bangunan PLTS terbesar di Indonesia itu.
PLTS di Kalipuro ini nantinya akan menghasilkan listrik berkapasitas 100 megawatt (MW). Proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan dapat mendukung transisi Indonesia menuju energi terbarukan.
Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lokasi menyebutkan, pembangunan PLTS dijaga ketat oleh petugas keamanan.
Akses ke area pembangunan PLTS sangat terbatas, hanya pegawai berwenang yang dapat memasuki lokasi tersebut.
Menurut penjelasan dari Yodi, salah satu pekerja proyek tersebut, diperkirakan pembangunan PLTS ini akan selesai pada akhir tahun 2025, dengan banyak tahapan yang masih harus dilakukan.
”Pembangunan proyek PLTS di Kecamatan Kalipuro sudah berjalan 1 tahun lebih, yang sekarang mulai memasuki akhir pengerjaan. Mungkin sudah rampung di ujung tahun nanti,” kata Yodi.
Pembangunan PLTS terus berlanjut, meskipun beberapa kali sempat terhambat oleh kondisi cuaca buruk.
”Proyek ini terus berjalan. Namun ketika hujan turun, kami terpaksa berhenti sementara. Keamanan dan keselamatan pekerja adalah prioritas utama. Jadi, saat cuaca buruk terutama hujan, semua pekerjaan dihentikan,” jelas Yodi.
Pekerjaan di area PLTS memerlukan perhatian ekstra mengingat kondisi lapangan yang bisa berubah drastis akibat cuaca.
Hujan dapat membuat area kerja menjadi licin dan berbahaya. Pihak pengelola selalu memastikan agar seluruh pekerja mengutamakan keselamatan mereka.
”Keamanan sangat penting di proyek sebesar ini. Kami tidak pernah mengambil risiko, meskipun ada target penyelesaian yang harus dicapai.
Selama cuaca tidak mendukung, kami lebih memilih untuk menghentikan sementara pekerjaan, demi keselamatan seluruh tim,” tambah Yodi.
Seperti diberitakan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terletak di Lingkungan Secang, Kelurahan Kalipuro. PLTS berkapasitas 100 megawatt (MW) ini merupakan salah satu pembangkit listrik terbesar di Indonesia.
Jika sudah beroperasi, PLTS akan menyuplai kebutuhan energi listrik di Jawa dan Bali.
Jumat (8/5) lalu, tim dari PLN yang dipimpin oleh Vice President Pre-Construction PT PLN Indonesia Power Aswindo datang ke Banyuwangi untuk menemui Bupati Ipuk Fiestiandani.
Kedatangan perwakilan PLN untuk menindaklanjuti rencana pembangunan PLTS tersebut.
Tahap pembangunan PLTS sudah berjalan sejak tahun 2023 yang diawali dengan pekerjaan meratakan tanah yang dulunya berupa ladang tebu.
Wilayah Kalipuro dipilih lantaran dianggap cukup efektif untuk pendirian PLTS.
Aswindo mengatakan, pembangunan PLTS ini sudah masuk di dalam RUPTL atau Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik.
PLTS tersebut akan dibangun di lahan seluas 130 hektare milik PTPN I Regional 5 di Kecamatan Kalipuro.
Lokasi tersebut dipilih karena memiliki tingkat iradiansi atau tenaga matahari yang sangat besar.
”PLTS di Banyuwangi akan menjadi bagian dari PLTS land base terbesar di Indonesia. Iradiansi atau tenaga matahari di Banyuwangi sangat besar, berdasarkan data penelitian yang sudah dilakukan selama 20 tahun ke belakang. Selain itu, dari sisi teknis lainnya seperti kematangan lahan juga menunjang,” terangnya.
Listrik yang diproduksi di PLTS Banyuwangi nantinya masuk dalam sistem koneksi tegangan salur 150 KV Jawa-Bali untuk memenuhi kebutuhan listrik dua pulau tersebut.
”Kami berterima kasih kepada Pemkab Banyuwangi yang mendukung dan memberi kemudahan pada pembangunan PLTS ini,” tandas Aswindo. (Mohamad Ksatria/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin