RADARBANYUWANGI.ID - PT Polygroup, perusahaan manufaktur multinasional yang berbasis di Tiongkok, secara resmi memulai pembangunan pabrik keduanya di Indonesia dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Jumat (9/5/2025).
Pabrik yang diberi nama PT Harmoni Cahaya Indonesia ini berlokasi di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah, dan ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2026.
Dengan nilai investasi mencapai Rp 3 triliun, pabrik ini diharapkan dapat menyerap sedikitnya 6.000 tenaga kerja setelah beroperasi.
Chairman PT Polygroup Manufactur Indonesia, Paul Cheng, menyatakan bahwa pabrik ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi target ekspor mereka dalam sembilan bulan ke depan.
"Kami berencana melayarkan 7.000 kontainer ke mancanegara. Semua produk kami sepenuhnya untuk ekspor," jelasnya.
Grobogan menjadi kawasan industri kedua bagi PT Polygroup setelah sebelumnya berinvestasi di Kawasan Industri Kendal (KIK) pada tahun 2023.
Paul Cheng menjelaskan bahwa keputusan untuk memilih Grobogan dan Kendal didasarkan pada harga yang kompetitif serta kebutuhan saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat lokal.
"Kami terbuka menerima semua pekerja, dari mana pun asalnya. Yang terpenting adalah kemauan dan semangat bekerja," tambahnya.
Acara peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan pabrik yang diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Grobogan.
Di lahan seluas 20 hektare, akan dibangun dua pabrik anak perusahaan Polygroup, yaitu PT Harmoni Cahaya Indonesia seluas 5 hektare untuk ekspor ke Eropa, dan PT Nortex Berkat Indonesia seluas 15 hektare untuk ekspor ke Amerika Serikat.
Direktur Utama PT ALIB, Didik Prawoto, menyampaikan apresiasinya atas investasi PT Polygroup di wilayah tersebut.
Baca Juga: IHSG Anjlok di Tengah Krisis, Haruskah Investor Panik atau Bertahan?
Ia optimistis bahwa keberadaan perusahaan ini akan membawa perubahan signifikan, terutama dalam membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
"Kami sudah bekerja keras agar semua pekerjaan bisa sesuai target. Kami sangat berterima kasih kepada PT Polygroup yang telah berinvestasi di Desa Sugihmanik," ungkap Didik.
Tokoh masyarakat Sugihmanik, Istiyanto, juga menyambut baik pembangunan pabrik ini.
Ia menilai bahwa tanah yang sebelumnya mangkrak kini akan berubah menjadi lahan produktif yang menyimpan banyak harapan.
"Selain menyerap tenaga kerja, akan ada dampak ekonomi lanjutan seperti tumbuhnya usaha kecil di sekitar kawasan, misalnya warung makan dan jasa cuci pakaian," katanya.
Istiyanto berharap pemerintah desa dapat aktif menjembatani aspirasi warga agar tidak terjadi gesekan, serta menjamin pembangunan berjalan kondusif dan membawa manfaat luas.
Dengan target ekspor besar-besaran dan terbukanya ribuan lapangan kerja, Grobogan tampaknya tengah bersiap menjadi poros industri baru di Jawa Tengah. (*)
Editor : Ali Sodiqin