Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KA Harina Tertemper Truk di Semarang, Jumlah Insiden Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Bertambah

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 8 Mei 2025 | 13:56 WIB
Jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang bertambah usai sebuah truk kedelai tertemper KA Harina di JPL 5, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/5) pagi.
Jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang bertambah usai sebuah truk kedelai tertemper KA Harina di JPL 5, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/5) pagi.

RadarBanyuwangi.id – Insiden Kereta Api (KA) 96 Harina tertemper truk kedelai di JPL 5, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Kamis (8/5) pagi menambah daftar kecelakaan di perlintasan sebidang.

Berdasarkan beberapa data yang dirilis, sudah terdapat puluhan kasus kecelakaan lalu lintas melibatkan kereta api selama 2025.

Di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, sepanjang triwulan 2025 atau pada periode Januari-Mei sudah terjadi 75 kasus KA tertemper kendaraan bermotor, pejalan kaki, hingga hewan ternak.

“Dari jumlah tersebut, 55 kejadian di antaranya sepanjang triwulan pertama tahun ini, dengan rincian Januari 10 kejadian, Februari 23 kejadian, dan Maret 22 kejadian. Sementara pada April, tercatat 20 kejadian,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/5).

Dibandingkan tahun sebelumnya, kasus kecelakaan ini meningkat dari hanya 57 kejadian menjadi 75 kejadian, sehingga KAI mengimbau pejalan kaki dan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sementara itu di wilayah PT KAI Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut), sudah ada 7 korban meninggal akibat menemper kereta api sepanjang 2025.

Tak hanya itu, 9 orang mengalami luka ringan dan 2 orang lainnya mengalami luka berat karena insiden tertemper kereta api di perlintasan sebidang.

Manajer Humas KAI Divre I Sumut, M As’ad Habibuddin menyampaikan bahwa jumlah kecelakaan di wilayahnya memang masih cukup tinggi.

Hal itu disebabkan minimnya kedisiplinan masyarakat Sumut dalam berlalu lintas, terutama saat melintasi perlintasan sebidang.

Bahkan, sepanjang 2024 lalu, sudah terjadi 57 kasus temperan dengan rincian jumlah korban meninggal 25 orang, 18 orang luka berat, serta 16 orang luka ringan.

“Pada tahun 2025, selama periode Januari hingga awal Mei ini, sudah ada 12 kasus temperan di perlintasan sebidang, dengan 7 orang meninggal, 2 orang luka berat, dan 9 orang luka ringan,” katanya saat melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, Rabu (7/5).

Sebagai upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang, KAI Divre I Sumut melalkukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga keselamatan saat melintas perlintasan sebidang.

Diberitakan sebelumnya, perjalanan KA 96 Harina terhambat usai sebuah truk muatan kedelai menemper di JPL 5 antara Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng-Alastua pada pukul 04.41 WIB.

Belum diketahui kronologi lengkap, adanya korban jiwa, maupun perjalanan KA lain yang terdampak akibat insiden tersebut. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KAI #truk #perlintasan sebidang #semarang #Kereta Api #KA Harina