Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jangan Jadi Preman! Ini Permintaan Pemkab Banyuwangi Kepada Sejumlah Ormas di Kota Gandrung

Bagus Rio Rohman • Senin, 5 Mei 2025 | 19:00 WIB
SIAP BERSINERGI: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menghadiri acara Rakercab pertama GM FKPPI Banyuwangi di Grand Harvest Banyuwangi, Sabtu (3/5).
SIAP BERSINERGI: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menghadiri acara Rakercab pertama GM FKPPI Banyuwangi di Grand Harvest Banyuwangi, Sabtu (3/5).

RADARBANYUWANGI – Aksi premanisme yang dilakukan sejumlah oknum dengan mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (ormas) semakin marak.

Bahkan, juga terjadi di Banyuwangi hingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pemkab Banyuwangi meminta ormas untuk melakukan penguatan internal di organisasinya sehingga dapat membantu dan ikut membangun Banyuwangi lebih baik.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usai membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pertama Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Banyuwangi di Hotel Grand Harvest, Desa Tamansari, Licin, Sabtu (3/5).

”Kami meminta semua ormas atau organisasi lainnya untuk menguatkan internal terlebih dahulu. Dengan penguatan internal, tentu dapat membentuk organisasi yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat,” pinta Ipuk.

Ipuk menjelaskan, organisasi diharapkan bisa menjadi wadah masyarakat atau pun anak-anak muda. Sehingga, mereka bisa ikut berperan aktif dalam membangun Banyuwangi lebih baik.

”Dengan adanya ormas tentu kita berhadap dapat menciptakan generasi muda yang baik sehingga mewujudkan Indonesia Emas dengan generasi yang cerdas,” jelasnya.

Ipuk menambahkan, Pemkab Banyuwangi bersikap netral terhadap seluruh ormas. Namun, pihaknya tentu terus berupaya membantu menjadi mediator jika diperlukan.

”Pastinya kita siap membantu, karena pemkab bersikap netral dengan sejumlah ormas yang ada di Banyuwangi,” ungkapnya.

GM FKPPI Banyuwangi yang sempat vakum akhirnya kembali aktif. Dalam rakercab pertama itu, sudah ada 167 orang maupun generasi muda yang telah bergabung dengan FKPPP.

Selain dihadiri Bupati Ipuk, Rakercab juga dihadiri Ketua Umum (Ketum) PP GM FKPPI Dwi Rianta Soebakti dan Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur Agoes Soerjanto.

Saat ini GM FKPP Banyuwangi di bawah komando Achmad Wahyudi yang juga mantan ketua DPRD Banyuwangi.

Wahyudi juga aktif mengelola Pondok Pesantren Adz-Dzikra yang berlokasi di Jalan Kepiting Banyuwangi. Selain sebagai mubalig, Wahyudi juga aktif sebagai advokat. 

Sebagai Ketua PC 1325 GM FKPPI Banyuwangi, Wahyudi akan membuat program yang bermanfaat untuk masyarakat dan ikut membangun Pemkab Banyuwangi.

”Sesuai yang diminta Bupati, kami akan terus membangun generasi muda dengan menumbuhkembangkan semangat perjuangan NKRI. Karena di dalam darah kita ada semangat juang orang tua kita sebagai anggota TNI-Polri,” tegas

Wahyudi menegaskan, anggota GM FKPPI tidak perlu diragukan. Mereka adalah anak-anak dari anggota TNI-Polri. Wahyudi menjamin anggota GM FKPPI tidak ada akan melakukan aksi premanisme.

”GM FKPPI siap mencetak generasi muda dengan ragam pelatihan-pelatihan. Kami juga akan aktif melakukan diskusi-diskusi sehingga dapat bermanfaat bagi semuanya,” tegasnya. (rio/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Bupati Banyuwangi #pemkab banyuwangi #ormas #GM FKPPI #premanisme #Ipuk Fiestiandani #banyuwangi