RADARBANYUWANGI.ID – Firsta Yufi Amarta Putri berhasil mengharumkan nama Banyuwangi di kancah nasional.
Dia dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2025. Tak hanya bermodal penampilan yang elegan, perempuan berusia 24 tahun ini juga dinilai cerdas dan perhatian pada isu sosial.
Sorak-sorai membahana di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi pada Jumat malam (2/5).
Ketegangan yang sempat melingkupi warga yang tengah nonton bareng malam Grand Final ke-28 Puteri Indonesia, seketika sirna. Berubah jadi rasa senang dan bangga.
Maklum, malam itu salah satu putri terbaik Banyuwangi, yakni Firsta Yufi Amarta Putri berhasil meraih gelar Puteri Indonesia 2025.
Terlebih, perempuan yang karib disapa Fia, itu juga menampilkan keunikan Banyuwangi dalam video profil yang dilombakan pada ajang tersebut.
Dalam ajang bergengsi ini, Firsta tidak hanya dinobatkan sebagai Putri Indonesia 2025, tetapi juga meraih gelar Puteri Indonesia Intelegensia 1 2025 dan Best in Video Profil.
Prestasi yang diraihnya menambah daftar panjang pencapaian yang telah diraih, termasuk juara 1 Raki Jawa Timur 2021, Putri Otonomi Pariwisata Indonesia 2023, dan Wakil 1 Jebeng Banyuwangi 2019.
Fia tampil meyakinkan saat mendapat pertanyaan dari Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia Putri Kus Wisnu Wardhani tentang perannya sebagai agen perubahan dalam menghadapi isu-isu krusial di masyarakat, seperti korupsi dan pelecehan seksual.
Perempuan yang juga sarjana psikologi ini pun menyampaikan komitmen untuk menghadirkan ruang edukasi dan konseling demi membantu menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
”Saya percaya bahwa banyak dari permasalahan karena kurangnya bimbingan edukasi dan spiritual. Sebagai generasi muda, saya bisa hadir memberikan solusi, dengan menyediakan ruang edukasi, konseling, dan berkolaborasi bersama berbagai pihak seperti komunitas dan pemerintah,” ujar Fia dalam bahasa Inggris.
Sontak, Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) yang jadi venue acara malam itu riuh tepuk tangan penonton.
Jawaban Fia dinilai sejalan dengan tema Puteri Indonesia 2025, ”Be Right, Be Bright” yang mengedepankan intelektualitas dan kepedulian terhadap isu sosial.
Usai meraih gelar Puteri Indonesia, Firsta menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat dan pemerintah Banyuwangi.
”Saya sangat terharu dan bersyukur. Perjalanan ini tidaklah mudah. Dukungan dari masyarakat Banyuwangi menjadi motivasi terbesar saya,” ujarnya.
Sementara itu, rasa bangga atas pencapaian Fia juga diungkapkan Bupati Ipuk Fiestiandani.
Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi tersebut, Fia memang layak menyandang gelar Puteri Indonesia 2025.
”Dengan penampilannya yang elegan, cerdas, dan perhatian terhadap isu-isu sosial krusial, Firsta layak menyandang gelar ini. Selamat dan sukses untuk Firsta.
Ini adalah kebanggaan dan inspirasi bagi generasi muda Banyuwangi, bahwa anak daerah bisa bersaing dan meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional,” ujar Ipuk.
Sebelum tampil di babak grand final, Firsta sempat bertemu Ipuk di kantor Pemkab Banyuwangi pada Maret lalu.
Dalam kesempatan itu, keduanya ngobrol hangat tentang berbagai hal, utamanya isu sosial tentang perempuan dan program-program yang akan diusung.
Firsta yang memiliki fokus terhadap isu sosial, membawa program advokasi bertajuk FIRSTepForward.
Platform ini telah dia rintis sejak 2023 dan fokus pada pendampingan remaja perempuan usia 12–21 tahun yang kehilangan orang tua atau berasal dari keluarga yang bercerai.
Melalui pendekatan edukasi kesehatan mental dan pelatihan pengembangan diri, program ini dirancang untuk menumbuhkan kembali semangat hidup dan membangun kepercayaan diri para remaja.
Ipuk juga memberikan masukan-masukan dan dorongan semangat pada alumnus SMAN 1 Giri Banyuwangi tersebut.
”Sebagai Puteri Indonesia, Firsta harus terus belajar, berkembang, dan meraih prestasi lebih tinggi lagi. Saya berharap ia bisa menjadi duta Banyuwangi untuk mengenalkan potensi daerah ke tingkat nasional dan internasional,” harapnya.
Belakangan diketahui bahwa Firsta merupakan anak yatim piatu.
Kedua orang tuanya meninggal dunia pada tahun 2020 akibat wabah korona yang melanda dunia kala itu.
Dalam akun Instagram resminya @firstayap, ia menuliskan tentang perjuangannya sebagai anak yatim piatu yang berhasil meraih mimpi untuk tampil di panggung Putri Indonesia 2025 tanpa kehadiran orang tua.
Firsta juga membagikan foto kebersamaannya dengan kedua orang tuanya saat mengikuti lomba Jebeng dan Thulik Banyuwangi pada tahun 2019, di mana ia berhasil meraih posisi Wakil 1 Jebeng Banyuwangi.
Dalam unggahannya, tanpa menyebut nama kedua orang tuanya, Firsta mengekspresikan kerinduan dan rasa kehilangan yang mendalam.
”In the next few days, it’s going to be my very first experience to do something big without you guys. Yup, this is it. One of my dreams that we used to talk about,” (Dalam beberapa hari ke depan, ini akan menjadi pengalaman pertamaku melakukan sesuatu yang besar tanpa kalian semua. Ya, ini dia. Salah satu mimpiku yang dulu sering kita bicarakan),” tulisnya.
”I never imagined having to live it without your presence. Even though your body isn’t here, but your spirit will always be with me. Hi there, I miss you. (Tak pernah terbayangkan aku harus menjalaninya tanpa kehadiranmu. Meski ragamu tak ada di sini, namun jiwamu akan selalu bersamaku. Hai, aku merindukan kalian),” sambungnya. Ketangguhan dan semangat juang yang layak diteladani. (sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin