RADARBANYUWANGI.ID – Program Kompas Sport Pagi, yang telah mengudara lebih dari satu dekade, menjadi salah satu tayangan yang terkena dampak dari keputusan restrukturisasi perusahaan Kompas TV.
Momen emosional terjadi ketika Gita Maharkesri, salah satu presenter senior Kompas TV, tak kuasa menahan air mata saat membawakan siaran terakhirnya dalam program tersebut.
Kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal di Kompas TV menjadi momen yang mengharukan, terutama bertepatan dengan peringatan Hari Buruh.
Video haru Gita saat mengucapkan salam perpisahan dengan suara bergetar tersebut dengan cepat menjadi viral, memunculkan gelombang simpati dari netizen di berbagai platform media sosial.
Dalam siaran pamungkasnya, Gita mengungkapkan, "Tak terasa inilah akhir perjalanan panjang Kompas Sport Pagi selama hampir 12 tahun. Kami hadir menemani Anda dengan berbagai macam berita olahraga, baik dari dalam maupun luar negeri, serta kabar inspiratif dari atlet kebanggaan Indonesia dan dunia."
Keputusan layoff ini diambil sebagai bagian dari langkah efisiensi dan restrukturisasi internal perusahaan.
Kompas TV, seperti banyak media konvensional lainnya, kini menghadapi tantangan berat di tengah pergeseran perilaku penonton dan tekanan finansial.
Digitalisasi konten dan meningkatnya konsumsi media melalui platform daring seperti YouTube, TikTok, dan media sosial lainnya menyebabkan penurunan signifikan pada pemirsa televisi tradisional.
Akibatnya, pendapatan iklan yang sebelumnya menjadi tulang punggung bisnis televisi juga ikut menurun drastis.
Dalam kondisi seperti ini, beberapa program televisi lama, meski memiliki sejarah panjang dan basis pemirsa yang loyal, terpaksa dihentikan demi menyesuaikan struktur biaya perusahaan.
Keputusan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi industri media dalam beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan audiens yang terus berkembang. (*)
Editor : Ali Sodiqin