Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemkab Jembrana Rancang Penyeberangan Kapal Cepat Jembrana-Banyuwangi, Gubernur Bali Wayan Koster Khawatirkan Pendatang Liar

Ali Sodiqin • Kamis, 24 April 2025 | 11:00 WIB
ILUSTRASI: Kapal cepat Marina Srikandi pernah melayani rute Banyuwangi-Kedonganan Bali pada 2015. Namun kurang diminati penumpang. (Dok. Radar Banyuwangi)
ILUSTRASI: Kapal cepat Marina Srikandi pernah melayani rute Banyuwangi-Kedonganan Bali pada 2015. Namun kurang diminati penumpang. (Dok. Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Kabupaten Jembrana tengah merancang proyek penyeberangan kapal cepat yang akan menghubungkan Jembrana dan Banyuwangi melalui jalur Selat Bali.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, mengungkapkan bahwa kapal cepat ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh penyeberangan menjadi hanya 15 menit.

"Kapal cepat ini akan sangat efisien. Waktu tempuh hanya 15 menit dari Jembrana ke Banyuwangi atau sebaliknya," kata Kembang Hartawan dalam konferensi pers yang diadakan di Jembrana.

Seperti dilansir dari Jawa Pos Radar Buleleng, Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Selain itu, rencana pelayaran kapal cepat dari Pantai Marina Boom Banyuwangi menuju Denpasar juga tengah dipersiapkan, yang diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan antara Banyuwangi dan Denpasar menjadi sekitar 3 jam.

Namun, rencana ini tidak lepas dari tantangan. Pantai Marina Boom Banyuwangi saat ini tengah menghadapi sengketa lahan antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Kedua pihak mengklaim kepemilikan atas sebagian aset lahan di kawasan tersebut, yang berpotensi mempengaruhi rencana operasional kapal cepat rute Banyuwangi-Denpasar.

Rencana peluncuran kapal cepat ini menuai pro dan kontra di masyarakat Bali. Beberapa pihak menyambut baik, menganggap program ini akan memudahkan akses wisatawan dari Bali menuju Banyuwangi dan sebaliknya, dengan waktu tempuh hanya 2,5 jam.

Namun, ada juga kekhawatiran bahwa hal ini akan memudahkan pendatang liar masuk ke Bali.

Menanggapi wacana tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster, meminta masyarakat Bali untuk tenang. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut masih dalam tahap wacana dan belum ada pembahasan resmi antara Pemprov Bali dan Pemprov Jawa Timur.

"Itu (kapal cepat) baru wacana, masih akan dibahas oleh Kepala Dinas Perhubungan Bali, akan diatur kerja sama antar daerah," ujar Koster.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, menilai keberadaan kapal cepat Banyuwangi-Denpasar berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan domestik ke Bali.

"Pertama, tol kemarin kan sudah. Kalau selesai sampai Banyuwangi lebih banyak lagi datang wisatawannya. Itu membantu juga dalam proses untuk pembagian wisatawan domestik itu. Juga untuk persebaran wisatawan," terang Tjok Pemayun.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik rencana proyek kapal cepat ini. Ia berharap layanan tersebut dapat mengurangi waktu tempuh penumpang dan meminimalisir risiko kemacetan di jalur darat.

Namun, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada koordinasi resmi terkait rencana tersebut dengan Pemerintah Kota Denpasar.

Pihaknya juga belum mengetahui apakah kawasan Serangan yang akan dijadikan titik sandar kapal berada di bawah pengelolaan Bali Turtle Island Development (BTID) atau Pelabuhan Serangan milik Pemkot.

Dengan berbagai tantangan dan harapan yang ada, proyek kapal cepat ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi peningkatan konektivitas dan pariwisata di wilayah Bali dan sekitarnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#kapal cepat #jembrana #wayan koster #denpasar #Liar #gubernur bali #pendatang #banyuwangi #penyeberangan