RADARBANYUWANGI.ID – Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Komang Sudira Atmaja, mengungkapkan bahwa semua proses perizinan untuk rute kapal cepat Banyuwangi-Denpasar telah terpenuhi.
Saat ini, pihaknya hanya menunggu survei dari KSOP Tanjung Wangi dan KSOP Denpasar untuk memastikan kesiapan penyeberangan di rute yang rencananya diluncurkan Bulan Juni 2025 tersebut.
"Hasil rapat terakhir perizinan sudah selesai, tinggal survei saja. Perusahaan kapal dan jenis kapal yang akan beroperasi juga sudah ditentukan," jelas Komang.
Rute penyeberangan yang membentang sepanjang kurang lebih 75 mil laut ini diprediksi akan ditempuh dalam waktu yang efisien, yakni sekitar 2,5 hingga 3 jam dalam kondisi cuaca normal.
Kapal akan melaju dengan kecepatan antara 25 hingga 28 knot, menjadikannya pilihan yang menarik bagi para pelancong.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung kondisi Pelabuhan Marina Boom Banyuwangi untuk memastikan kesiapan dermaga yang akan menjadi salah satu infrastruktur utama untuk mendukung operasional kapal cepat ini.
Dalam peninjauan tersebut, Khofifah didampingi oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi.
"Pembukaan rute ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, terutama bagi para pelancong dan pelaku usaha," ujar Gubernur Khofifah.
Bupati Ipuk juga optimis bahwa proyek kapal cepat ini akan berjalan dengan baik, mengingat Banyuwangi sebelumnya pernah memiliki trayek serupa pada tahun 2015.
"Dengan dukungan banyak pihak, kapal cepat dari Marina Boom menuju Denpasar dan sebaliknya bisa menjadi daya tarik baru bagi masyarakat, terutama para wisatawan," tambahnya.
Kapal cepat ini tidak akan lagi melalui Pelabuhan Ketapang, melainkan langsung dari Pelabuhan Marina Boom, yang lebih dikenal sebagai area wisata.
Sementara itu, Kadishub Jatim, Nyono, menyebutkan bahwa saat ini masih satu kapal yang disiapkan dengan tarif Rp 200 ribu sekali perjalanan.
"Gubernur Jatim sudah melakukan peninjauan dan memberikan arahan terkait persiapan operasional. Infrastruktur seperti tempat parkir juga terus dilengkapi," ungkapnya.
Wakil Bupati Mujiono menegaskan dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk pengoperasian kapal cepat ini.
"Kami siap mendukung penuh program ini sebagai bagian dari kerja sama daerah dan provinsi untuk memastikan semua aspek teknis dan administratif siap," ujarnya.
Kapal cepat yang akan digunakan memiliki panjang sekitar 40 meter dan lebar 6 meter, dengan kapasitas antara 350 hingga 400 penumpang.
Rute ini sangat potensial karena menghubungkan dua daerah tujuan wisata nasional bahkan internasional, yaitu Banyuwangi dan Denpasar.
Plt Kepala UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Boom, Hari Yulianto, menyatakan bahwa sejumlah tahap teknis telah dijalankan, termasuk survei jalur laut yang telah dilakukan saat Ramadan lalu.
Dalam waktu dekat, survei lanjutan akan dilaksanakan untuk aspek teknis detail.
"Dokumen-dokumen yang diperlukan juga sudah kami siapkan dan sebagian besar sudah tuntas," jelas Hari.
Pemprov Jatim juga berencana merenovasi terminal penumpang di Marina Boom untuk menciptakan desain yang mencerminkan kearifan lokal, selaras dengan visi Pemkab Banyuwangi dalam menonjolkan identitas arsitektur daerah.
Dengan semua persiapan ini, diharapkan rute kapal cepat Banyuwangi-Denpasar dapat segera beroperasi dan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dan wisatawan. (*)
Editor : Ali Sodiqin