RADARBANYUWANGI.ID - Insiden bentrok antar dua kelompok perguruan silat terjadi di Jalan Raya Magetan–Madiun, tepatnya di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, pada Minggu sore.
Kericuhan ini pecah setelah digelarnya acara halalbihalal salah satu perguruan silat, yang berujung pada suasana mencekam saat dua rombongan dari arah berlawanan saling berpapasan.
Seorang pemuda berinisial DAD (17), warga Kabupaten Madiun, menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia mengalami luka sobek di bibir setelah dihantam batu dalam kericuhan yang terjadi.
Rifky Setiawan, seorang karyawan toko di lokasi kejadian, mengaku panik dan segera menutup tokonya untuk mengamankan pembeli yang berada di dalam.
"Bentrok dari dua arah, kendaraan banyak yang putar balik. Kami takut, makanya langsung tutup toko," ungkapnya dilansir dari Radar Madiun.
Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, memastikan bahwa kondisi saat ini sudah terkendali.
Pihaknya bersama Kodim 0804/Magetan langsung melakukan penyekatan untuk mencegah meluasnya bentrok.
"Ada potensi konflik antar perguruan silat usai acara halalbihalal di Takeran. Berkat kesigapan personel kami dan bantuan Kodim, situasi bisa diredam," jelasnya.
Erik menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa maupun penangkapan dalam kejadian tersebut.
Sebanyak 200 personel Polri, BKO Brimob 1 SST, dan 1 SST dari Kodim 0804 dikerahkan untuk mengendalikan situasi.
Sebagai langkah lanjutan, pada Senin (21/4), Polres dan Kodim dijadwalkan untuk bertemu dengan pimpinan perguruan pencak silat se-Karesidenan Madiun guna meredam ketegangan yang ada.
"Kami ingin menyelesaikan masalah ini secara damai agar tak terjadi lagi bentrok di kemudian hari," tegas Erik.
Pihak kepolisian mengimbau kepada semua pihak untuk menjaga ketertiban dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik serupa di masa mendatang. (*)
Editor : Ali Sodiqin