Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemprov Jatim dan Pemkab Banyuwangi Matangkan Peluncuran Layanan Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar

Sigit Hariyadi • Minggu, 13 April 2025 | 14:30 WIB
Wabup Mujiono memimpin rapat koordinasi persiapan pematangan kesiapan pengoperasian kapal cepat rute Banyuwangi-Denpasar dan sebaliknya di kantor pemkab pada Kamis (10/4).
Wabup Mujiono memimpin rapat koordinasi persiapan pematangan kesiapan pengoperasian kapal cepat rute Banyuwangi-Denpasar dan sebaliknya di kantor pemkab pada Kamis (10/4).

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi (Pemkab) terus mematangkan peluncuran layanan kapal cepat yang menghubungkan Banyuwangi (BWI) dan Denpasar (DPS).

Layanan ini dijadwalkan mulai beroperasi pada bulan Juni mendatang, dengan titik keberangkatan dari Pelabuhan Pengumpan Regional (PPR) Marina Boom Banyuwangi menuju Pelabuhan Pulau Serangan di Denpasar.

Dalam rangka mempersiapkan peluncuran tersebut, Pemprov Jatim menggelar rapat koordinasi (rakor) pada Kamis (10/4), yang dipimpin oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, dan dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Boom, Hari Yulianto.

Rakor ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ke Banyuwangi beberapa hari sebelumnya, di mana Gubernur Khofifah bersama Bupati Ipuk Fiestiandani meninjau kesiapan dermaga di Marina Boom.

Wakil Bupati Mujiono menyatakan dukungannya terhadap pengoperasian kapal cepat rute Banyuwangi-Denpasar.

“Kami siap mendukung penuh program ini sebagai bagian dari kerja sama daerah dan provinsi untuk memastikan semua aspek teknis dan administratif siap,” ujarnya.

Kapal cepat yang akan digunakan memiliki panjang sekitar 40 meter dan lebar 6 meter, dengan kapasitas penumpang antara 350 hingga 400 orang.

Tarif yang direncanakan untuk perjalanan ini berkisar Rp 200 ribu per penumpang.

“Rute ini sangat potensial karena menghubungkan dua daerah tujuan wisata nasional bahkan internasional,” tambah Mujiono.

Plt Kepala UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Boom, Hari Yulianto, menjelaskan bahwa sejumlah tahap teknis telah dilaksanakan, termasuk survei jalur laut dari Banyuwangi menuju Bali yang dilakukan saat Ramadan lalu. Survei lanjutan untuk aspek teknis detail akan segera dilaksanakan.

“Dari sisi legalitas, dokumen-dokumen yang diperlukan juga sudah kami siapkan dan sebagian besar sudah tuntas. Pihak swasta yang menjadi operator kapal cepat ini juga telah melakukan penjajakan awal,” jelas Hari.

Selain itu, Pemprov Jatim juga berencana untuk merenovasi terminal penumpang di Marina Boom.

Renovasi ini akan mengakomodasi desain yang mencerminkan kearifan lokal, selaras dengan visi Pemkab Banyuwangi dalam menonjolkan identitas arsitektur daerah.

“Renovasi akan dilakukan bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran. Kami juga meminta masukan dari pemkab terkait desain agar identitas lokal Banyuwangi tetap terlihat kuat, seperti yang sudah diterapkan di stasiun dan bandara,” pungkasnya.

Dengan adanya layanan kapal cepat ini, diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mendukung sektor pariwisata di kedua daerah, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin berkunjung. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#transportasi laut #kapal cepat #pemprov jatim #denpasar #peluncuran #pemkab banyuwangi #pariwisata #banyuwangi