RADARBANYUWANGI.ID – Arus balik para perantau dari Pulau Sapeken menuju berbagai daerah melalui Pelabuhan Tanjung Wangi mulai berlangsung.
Hingga Minggu malam (6/4) sudah 417 orang yang tiba di pelabuhan yang berlokasi di Jalan Raya Situbondo, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, tersebut.
Angka itu baru sekitar seperempat dari total pemudik yang berangkat ke Pulau Sapeken menjelang Lebaran lalu.
Dari data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi, pergerakan pemudik selama masa libur Lebaran sebanyak 1.832 orang telah menyeberang menggunakan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 91 selama periode 19, 25, 26, dan 28 Maret atau sebelum Idul Fitri.
Mengacu data tersebut, masih ada pemudik yang belum kembali ke Banyuwangi.
Mereka diprediksi akan melakukan perjalanan balik melalui Pelabuhan Tanjung Wangi pada tiga jadwal pemberangkatan kapal perintis dari Sapeken, yaitu pada 7, 10, dan 15 April.
”Kami memperkirakan masih banyak pemudik yang belum kembali dari Pulau Sapeken. Saat ini kami terus memantau pergerakan arus balik dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran penyeberangan,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Tanjung Wangi Budi Sanjoyo.
Budi menambahkan, angka pemudik pada tahun ini naik sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu. Pada 2024 lalu KSOP Tanjung Wangi mencatat ada sekitar 1.715 pemudik yang menyeberang ke Sapeken.
”Sebelumnya kami sempat memprediksi kenaikannya sampai di angka 14 persen,” imbuhnya.
Meski jumlah pemudik mengalami peningkatan, Budi menyebut proses penyeberangan berjalan lancar.
Tahun lalu karena keterbatasan trip yang melayani penyeberangan ke Sapeken membuat banyak pemudik menumpuk di area pelabuhan.
Mereka berebut kesempatan untuk bisa pulang dengan kapal perintis.
”Tahun ini lebih tertib karena penyeberangan ke sana (Sapeken) lebih banyak dan jadwalnya tersosialisasi lebih awal,” tandasnya. (fre/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin