RADAR BANYUWANGI - Arus mudik menjelang Idul Fitri mulai terlihat di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, pada Jumat (21/3).
Sejumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, serta travel, terlihat mulai banyak menyeberang dari arah Bali.
Menurut data dari ASDP Ketapang, tercatat sebanyak 3.156 kendaraan roda dua dan 2.437 kendaraan roda empat pribadi yang menyeberang dari Bali.
Jumlah penumpang yang tercatat mencapai 26.978 orang, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan arus penumpang dari arah Ketapang.
Dari Pulau Jawa, tercatat ada 18.645 penumpang, 564 kendaraan roda dua, 1.510 kendaraan roda empat, serta 2.640 truk.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menunjukkan bahwa penumpang dari Bali cenderung memilih waktu menyeberang ke Banyuwangi pada pagi dan sore hingga malam hari.
Peningkatan jumlah penumpang ini terjadi bersamaan dengan hari pertama libur sekolah.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Banyuwangi, Yani Andriyanto, menyatakan bahwa sudah ada peningkatan jumlah pengguna jasa dari kedua sisi pelabuhan.
Meskipun intensitas peningkatannya hanya sekitar 5 persen, pergerakan penumpang diprediksi akan terus meningkat, terutama dengan adanya libur sekolah.
"Pengguna jasa dari Gilimanuk sudah meningkat, tetapi intensitasnya masih kecil. Kami memprediksi puncak arus mudik akan terjadi sekitar 26–27 Maret," ungkap Yani.
Dari arah Bali, Yani menambahkan, sudah ada beberapa pemudik yang kembali ke Pulau Jawa. Hal ini menyebabkan jenis kendaraan yang menyeberang didominasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat pribadi.
Sementara itu, dari arah Pulau Jawa, sejak Rabu (19/3), pelabuhan mulai dipenuhi truk logistik yang tampaknya ingin mengejar waktu sebelum pembatasan yang akan dimulai pada Senin (24/3) mendatang.
Yani juga mengimbau kepada para pemudik dan warga yang akan berlibur ke Bali untuk berangkat lebih awal.
Ia mengingatkan bahwa pelabuhan akan ditutup pada Jumat (28/3) hingga Minggu (30/3) pagi.
"Jangan sampai mereka terjebak di pelabuhan karena tidak mengetahui jadwal penutupan," pungkasnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin