RADAR BANYUWANGI - Nilai-nilai lokal sangat dijunjung tinggi para stakeholder di Selat Bali. Karena itu jangan heran, bila ada perusahaan pelayaran yang memakai nama Gilimanuk menjadi nama kapal.
Sesuai letak geografisnya, Pelabuhan Gilimanuk berada di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.
Pelabuhan ini menjadi titik vital bagi kelancaran pelayaran yang menghubungkan Pulau Bali dengan Pulau Jawa.
Keberadaan pelabuhan Gilimanuk juga penting sebagai urat nadi perekonomian di Bali. Setiap hari selama 24 jam, puluhan kapal ferry melayani penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk dengan tujuan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Demikian pula sebaliknya.
Tapi siapa sangka, di antara puluhan kapal ferry yang melayani penyeberangan di Selat Bali, ternyata ada beberapa kapal yang menjunjung tinggi kearifan lokal.
Beberapa perusahaan pelayaran menggunakan nama lokal untuk nama kapalnya.
Ada dua kapal yang menggunakan nama Gilimanuk. Dua kapal tersebut yakni kapal motor penumpang (KMP) Gilimanuk dan KMP Gilimanuk II.
Kapal yang berada di bawah bendera PT Jemla Ferry menjadi dua dari sekian banyak armada kapal ferry yang dioperasional untuk melayani rute penyeberangan Selat Bali.
Selain itu, juga pernah ada dua nama kapal yang pernah beroperasi di Selat Bali yang menggunakan kearifan lokal Banyuwangi. Dua kapal tersebut yakni KMP Blambangan dan KMP Kintamani.
Nama KMP Blambangan boleh jadi mewakili nama lain dari sebutan Kabupaten Banyuwangi.
Sementara itu, KMP Kintamani merupakan nama daerah di Kabupaten Bangli.
Dua kapal jenis roro ini pernah menjadi bintang di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk era 1980-an hingga 1990-an.
Selain itu, juga ada dua kapal lagi yang juga merepresentasikan kearifan lokal seperti kapal Landing Craft Tank (LCT) Sritanjung dan kapal LCT Sritanjung I.
Sritanjung sendiri merupakan tokoh cerita legenda masyarakat Banyuwangi.
Dua kapal milik pemkab Banyuwangi pernah menjadi bagian dari layanan penyeberangan di Selat Bali. Kedua kapal ini pernah jaya di masa 2002 hingga tahun 2010 silam. (nic/bay)
Editor : Ali Sodiqin