Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pelabuhan Ketapang Ditutup 3 Hari Mulai Tanggal Ini, Polresta Banyuwangi dan ASDP Siapkan Skema Pengaturan Arus Lalu Lintas untuk Libur Nyepi dan Idul

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 20 Maret 2025 | 18:05 WIB
Pemesanan tiket penyeberangan Ketapang-Gilimanuk bisa diakses melalui aplikasi Ferizy. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
Pemesanan tiket penyeberangan Ketapang-Gilimanuk bisa diakses melalui aplikasi Ferizy. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Polresta Banyuwangi bersama ASDP Ketapang telah menyiapkan skema pengaturan arus lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan selama libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus kendaraan di pelabuhan yang menghubungkan Jawa dan Bali.

Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk akan tutup selama tiga hari pada puncak arus mudik Lebaran 2025, yang bertepatan dengan perayaan Nyepi.

Penutupan operasional kedua pelabuhan ini akan berlangsung mulai Jumat, 28 Maret 2025, pukul 06.00 WITA hingga Minggu, 30 Maret 2025, pukul 06.00 WITA. Dengan penutupan ini, kedua pelabuhan tidak akan beroperasi pada H-3 hingga H-1 Lebaran.

Masyarakat diimbau untuk menyeberang sebelum atau setelah tanggal-tanggal tersebut, mengingat kegiatan belajar di sekolah telah diliburkan sejak 21 Maret 2025 dan aparatur negara telah diperintahkan untuk melakukan work from anywhere (WFA) sejak 24 Maret 2025.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menjelaskan bahwa ASDP telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas.

"Pada Hari Raya Nyepi, layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk akan dihentikan sementara sebagai bentuk penghormatan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengatur jadwal perjalanan dengan baik untuk menghindari kendala," ujarnya.

Heru juga menambahkan bahwa pada tanggal 28, 29, dan 30 Maret, ASDP tidak akan memberikan layanan atau menjual tiket. Bagi warga yang telah membeli tiket penyeberangan pada tanggal-tanggal tersebut, ASDP akan mengembalikan secara penuh uang pembelian tiket yang telah dibayarkan.

Kakorlantas Polri, Brigjen Agus Suryonugroho, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama arus mudik.

Langkah ini mencakup jalur tol, jalan nasional, tempat wisata, pelabuhan, bandara, hingga stasiun. Operasi Ketupat 2025 akan diawali dengan survei dan pemetaan jalur-jalur utama, termasuk di kawasan penyeberangan.

"Kami akan merancang strategi terbaik untuk mengurai kepadatan dan memastikan perjalanan pemudik berjalan lancar," ujarnya.

Agus menjelaskan bahwa strategi seperti contraflow dan one way akan diterapkan secara situasional, terutama pada puncak arus mudik di H-2 dan H-3 Lebaran.

Skenario khusus juga telah disiapkan untuk lintasan utama seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, termasuk penerapan buffer zone dan sistem penundaan (delayed system) jika terjadi kepadatan ekstrem.

Pemerintah telah menetapkan kebijakan libur sekolah mulai 21 Maret 2025 dan WFA pada 24 Maret 2025 untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

Diharapkan, kebijakan ini dapat mendistribusikan arus perjalanan sehingga tidak terkonsentrasi pada tanggal-tanggal tertentu. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#nyepi #Ketapang #lebaran #idul fitri #bali #pelabuhan ditutup #libur nyepi #gilimanuk #hari raya #banyuwangi #penyeberangan