Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk Tutup Selama Tiga Hari pada Puncak Arus Mudik Lebaran 2025

Ali Sodiqin • Selasa, 18 Maret 2025 | 21:22 WIB

Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk di Bali akan tutup selama tiga hari pada puncak arus mudik lebaran 2025, bertepatan dengan Hari Suci Nyepi.

Penutupan operasional kedua pelabuhan penyeberangan yang menghubungkan Bali dan Jawa ini akan berlangsung mulai Jumat, 28 Maret 2025, pukul 06.00 WITA hingga Minggu, 30 Maret 2025, pukul 06.00 WITA.

Dengan penutupan ini, artinya Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk tidak akan beroperasi pada H-3 hingga H-1 lebaran.

Penumpang diimbau untuk menyeberang sebelum atau setelah tanggal-tanggal tersebut, mengingat kegiatan belajar di sekolah telah diliburkan sejak 21 Maret 2025, dan aparatur negara telah diperintahkan untuk melakukan work from anywhere sejak 24 Maret 2025.

Dilansir dari Radar Bali, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyatakan, "Tanggal 28, 29, sampai tanggal 30 (Maret) itu kami dari ASDP tidak memberikan layanan atau menjual tiket."

Bagi warga yang telah membeli tiket penyeberangan pada tanggal-tanggal tersebut, ASDP akan mengembalikan secara penuh uang pembelian tiket yang telah dibayarkan.

Heru juga menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan tiket yang terlanjur dipesan pada periode penutupan tersebut.

Penumpang dapat mengalihkan jadwal penyeberangan di luar ketiga tanggal tersebut.

Untuk memperlancar arus mudik dan arus balik selama lebaran, ASDP telah menyiapkan 68 dermaga, di mana 56 di antaranya dimiliki oleh ASDP.

Kapal yang dioperasikan sebanyak 203 armada, dengan rincian 59 kapal milik ASDP dan 144 kapal reguler non-ASDP.

"Semuanya kita pastikan sudah siap beroperasi karena sudah melalui ramp check," jelas Heru.

ASDP memproyeksikan 4.564.406 penumpang akan menggunakan jasa penyeberangan selama arus mudik dan arus balik Lebaran, meningkat 10% dibandingkan periode Lebaran 2024.

Selain itu, diperkirakan akan ada 1.130.496 unit kendaraan yang melintasi penyeberangan.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik, Kementerian Perhubungan juga menerapkan pembatasan operasional angkutan barang selama 16 hari, mulai dari Senin, 24 Maret 2025, hingga Selasa, 8 April 2025.

Pembatasan ini diterapkan di kedua arah, baik di jalan tol maupun jalan non-tol, dengan fokus pada ruas-ruas tertentu di Jawa Timur dan Bali, termasuk Pandaan - Malang, Probolinggo - Lumajang, Madiun - Caruban - Jombang, Banyuwangi - Jember, dan Denpasar - Gilimanuk.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan arus mudik dan arus balik selama Lebaran dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Pelabuhan Gilimanuk #nyepi #Penyeberangan Ditutup #lebaran #puncak arus mudik #pelabuhan ketapang #Tiga Hari #Arus Mudik