RadarBanyuwangi.id – Insiden kecelakaan antara Kereta Api (KA) Singasari dengan mobil di antara Stasiun Blitar dan Rejotangan pada Senin sore (10/3) menyebabkan satu penumpang mobil meninggal dunia.
Mobil Honda HRV dengan nomor polisi AG 1895 MG yang dikendarai oleh Heriyanto ringsek dan terbalik usai menemper KA Singasari sekitar pukul 16.45 WIB.
Menurut informasi, mobil tersebut diduga hendak putar arah di simpang tiga dekat perlintasan kereta api dan sempat dicegah oleh warga sekitar karena akan ada KA Singasari yang melintas.
Namun, mobil tetap melanjutkan perjalanan karena pengendara diduga tidak mendengar peringatan warga karena kaca tertutup.
Di saat bersamaan, KA Singasari melintas dan tertemper bagian depan mobil tersebut. Mobil sempat terseret hingga 8 meter dari tempat kejadian.
Insiden ini menyebabkan Misnanto, penumpang mobil yang ada di sebelah kiri meninggal dunia, sedangkan Heriyanto dilarikan ke rumah sakit.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui media sosial resminya menyampaikan bahwa Kereta Api (KA) Singasari (149) terpaksa Berhenti Luar Biasa (BLB) di petak jalan antara Stasiun Blitar-Rejotangan, Jawa Timur sekitar pukul 17.04 WIB akibat tertemper mobil di KM 126+6.
Akibat insiden ini, perjalanan KA mengalami keterlambatan, yang tentu berdampak pada jadwal operasional kereta lainnya.
PT KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kejadian ini.
Kejadian ini menambah rentetan kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Daop 7 Madiun pada Senin ini, setelah sebelumnya KA 167 Kertanegara rute Malang-Purwokerto tertemper truk angkutan pupuk.
Insiden tersebut terjadi di kilometer 175+4, tepatnya di petak jalan Ngadiluwih-Kras, sekitar pukul 10.55 WIB dan menyebabkan empat orang luka-luka dan kerusakan parah pada lokomotif CC 203 95 02 serta truk pupuk. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi