Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tentukan Awal Ramadan, Kemenag Gelar Pemantauan Hilal di 125 Titik Seluruh Indonesia

Ali Sodiqin • Senin, 24 Februari 2025 | 17:54 WIB
Proses rukyatul hilal di Planetarium UIN Walisongo, Kota Semarang, tahun 2024 lalu. (Foto: M Iqbal Amar/ Radar Semarang)
Proses rukyatul hilal di Planetarium UIN Walisongo, Kota Semarang, tahun 2024 lalu. (Foto: M Iqbal Amar/ Radar Semarang)

RADAR BANYUWANGI - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia akan melaksanakan pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menentukan awal Ramadan 1446 H pada 28 Februari 2025.

Pemantauan ini akan dilakukan di 125 titik di seluruh Indonesia dan melibatkan para ahli falak dari Kantor Wilayah Kemenag serta Kemenag Kabupaten/Kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama, organisasi masyarakat Islam, dan instansi terkait lainnya.

Dilansir dari Kemenag.go.id, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengungkapkan bahwa pemantauan hilal merupakan langkah penting dalam penetapan awal bulan puasa.

"Pemantauan hilal awal Ramadan akan dilakukan di 125 titik se-Indonesia pada 28 Februari mendatang," ujarnya di Jakarta pada Selasa (18/2/2025).

Berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ijtimak menjelang Ramadan 1446 H diperkirakan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB.

Pada hari rukyat, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan berada di atas ufuk dengan kisaran antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’. Sementara itu, sudut elongasi hilal berkisar antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

Abu Rokhmad menambahkan bahwa hasil rukyat hilal dari berbagai daerah, beserta data hisab mengenai posisi hilal, akan dibahas dalam sidang isbat. Keputusan yang dihasilkan dari sidang ini akan menjadi dasar penetapan awal Ramadan 1446 H di Indonesia.

Sidang isbat akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.

Sidang tersebut akan dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta lembaga terkait lainnya seperti Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Planetarium Jakarta.

Selain itu, pakar ilmu falak dari organisasi masyarakat Islam, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta pimpinan organisasi Islam dan pondok pesantren juga akan turut serta dalam sidang isbat.

"Sidang isbat merupakan bentuk sinergi antara Kemenag, organisasi Islam, serta lembaga terkait dalam menentukan awal bulan Hijriah. Keputusan yang diambil diharapkan dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadan," tandas Abu Rokhmad.

Dengan pemantauan hilal yang komprehensif ini, diharapkan umat Islam di Indonesia dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tepat dan penuh keberkahan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#awal puasa #rukyatul hilal #pantauan hilal #kemenag #awal ramadan