Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

DPR RI Tinjau Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, Pastikan Transportasi Nataru Siap Optimal

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 30 November 2024 | 20:20 WIB
Komisi VI DPR RI mengunjungi Stasiun Tegalluar untuk mengevaluasi kesiapan layanan transportasi publik.
Komisi VI DPR RI mengunjungi Stasiun Tegalluar untuk mengevaluasi kesiapan layanan transportasi publik.

RadarBanyuwangi.id - Memastikan kesiapan sektor transportasi menghadapi libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Kereta Cepat Tegalluar pada Kamis (28/11).

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kesiapan layanan transportasi publik, khususnya di sektor perkeretaapian. 

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, memberikan apresiasi kepada KAI Group dan KCIC atas kontribusinya dalam memfasilitasi mobilitas masyarakat.

Menurutnya, peran transportasi massal sangat vital, terutama pada periode sibuk seperti Pilkada serentak yang baru saja berlangsung, di mana KAI melayani sekitar 35.000 penumpang, sementara KCIC mencatat 8.000 penumpang. 

Wahyu Setyawan, Staf Ahli Bidang Implementasi Kebijakan Strategis Kementerian BUMN, menekankan bahwa kehadiran Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tidak hanya meningkatkan efisiensi perjalanan, tetapi juga membawa manfaat ekonomi.

Kehadiran KCJB diharapkan mampu memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di sekitar kawasan. 

Hal senada disampaikan Komisaris Utama KAI, Said Aqil Siroj, yang menegaskan pentingnya sinergi antara berbagai pihak, termasuk DPR RI, untuk mendukung transportasi massal yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. 

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menjelaskan langkah-langkah strategis untuk memastikan kelancaran operasi transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 yang berlangsung selama 18 hari, mulai 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. 

“KAI akan melaksanakan Ramp Check bersama DJKA untuk memastikan Standar Pelayanan Minimum (SPM) terpenuhi. Kami juga menambah 62 perjalanan kereta antarkota per hari, mendirikan posko terpadu di setiap daerah operasional, serta menyediakan program angkutan motor gratis,” ungkap Didiek. 

Selain itu, langkah antisipasi telah disiapkan dengan penempatan alat material siaga dan personel tambahan di titik rawan, patroli keamanan di jalur kereta, serta pengamanan ketat di stasiun. 

Dalam kunjungan ini, Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, memaparkan inovasi terbaru KAI dalam memberikan edukasi terkait jejak karbon pada tiket kereta. Inovasi ini, yang tersedia melalui aplikasi Access by KAI dan tiket cetak, mengedukasi masyarakat tentang dampak lingkungan dari transportasi. 

“Kereta api memiliki jejak karbon lebih rendah dibanding moda transportasi lain, menjadikannya pilihan yang lebih ramah lingkungan. Informasi ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat memahami pentingnya beralih ke moda transportasi yang berkelanjutan,” ujar Anne.

Direktur Utama PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, turut menjelaskan dampak positif KCJB terhadap konektivitas dan perekonomian nasional.

“Kereta cepat bukan sekadar soal waktu tempuh yang lebih singkat, tetapi juga kontribusinya dalam mendukung integrasi kawasan dan pengembangan ekonomi,” katanya. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#transportasi #komisi vi #dpr ri #Tahun Baru #Tegalluar #stasiun #KCIC #KAI #Natal #Nataru #kereta cepat