Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kuota Haji Banyuwangi Diperkirakan Naik, Kemenag Matangkan Persiapan Keberangkatan Jemaah Haji

Redaksi • Kamis, 17 Oktober 2024 | 22:24 WIB
Ilustrasi ibadah Haji. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
Ilustrasi ibadah Haji. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

RadarBanyuwangi.id – Jumlah calon jemaah haji (CJH) Banyuwangi untuk keberangkatan tahun 2025 diperkirakan naik dari tahun sebelumnya.

Tahun lalu sebanyak 1.238 jemaah diberangkatkan ke Tanah Suci. Tahun ini jumlahnya diperkirakan bisa bertambah karena kuota haji untuk Jawa Timur naik antara 200 sampai 5.000 jemaah.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Banyuwangi Zaenal Abidin kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Selasa (15/10).

Kemungkinan tahun 2025 akan ada peningkatan kuota tambahan haji untuk Jawa Timur. Minimal 200 orang, maksimal 5.000 orang.

”Informasi pasti mengenai kuota untuk Kabupaten Banyuwangi baru akan diketahui di awal Desember nanti. Tahun 2025 insya Allah mengalami kenaikan,” kata Zaenal.

Lebih jauh Zaenal mengatakan, persiapan untuk keberangkatan CJH tahun 2025 terus dimatangkan. Persiapan sudah dilakukan lima bulan yang lalu. ”Persiapan sudah kami mulai sejak bulan Juni. Tahapan pertama adalah sosialisasi kepada calon jemaah haji,” ujar Zaenal.

Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada calon jemaah haji terkait tahapan-tahapan yang harus dilalui.

Mulai dari pengurusan paspor, pemeriksaan kesehatan, hingga pelunasan biaya haji. Zaenal menambahkan, data calon jemaah haji diperoleh dari SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu).

”Sosialisasi telah kami lakukan di beberapa titik, seperti di MTs Negeri 2 Banyuwangi, MTs Negeri 4 Banyuwangi, dan MAN 2 Genteng. Pihaknya juga mengumpulkan calon jemaah haji dari berbagai kecamatan di aula kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi,” beber Zaenal.

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam sosialisasi adalah pentingnya segera mengurus paspor bagi yang belum memiliki atau memperbarui paspor yang sudah kedaluwarsa.

”Ini penting karena proses pengurusan paspor juga membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga kami selalu mengimbau CJH untuk segera mengurusnya,” tegas Zaenal.

Setelah masalah paspor diselesaikan, CJH bisa masuk ke tahapan selanjutnya, yaitu pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan sudah dimulai sejak awal atau akhir Oktober lalu. 

Tempatnya di beberapa puskesmas yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan Banyuwangi. Mulai dari Puskesmas Wongsorejo sampai Puskesmas Muncar.

”Targetnya, semua calon jemaah haji sudah selesai diperiksa sebelum Desember,” jelas Zaenal. 

Persyaratan sehat sudah ditetapkan sejak tahun 2023. Ini dilakukan karena kesehatan juga menjadi persyaratan utama untuk pelunasan.

Sehingga, jemaah yang menurut dokter tidak sehat dipastikan tidak bisa melakukan pelunasan.

Dengan persiapan yang matang dan kuota tambahan yang diperkirakan meningkat, Zaenal optimistis keberangkatan jemaah haji dijadwalkan pada pertengahan April.

Dikatakan, batas waktu pendaftaran CJH yang akan berangkat tahun depan berakhir pada tanggal 28 Februari 2024.

Untuk estimasi keberangkatan, pihaknya mulai mengumpulkan data CJH sejak tanggal 29 Februari hingga Juli 2024.

”Dari data tersebut, kami sudah mendapatkan lebih dari 1.000 calon jemaah haji yang diproyeksikan berangkat tahun 2025,” tandas Zaenal. (cw2/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#haji #jamaah haji #kemenag #keberangkatan haji #banyuwangi