RadarBanyuwangi.id - Ketika Jorge Mario Bergoglio terpilih menjadi Paus pada tahun 2013, ia membuat sejarah dengan memilih nama "Fransiskus," sebuah nama yang belum pernah digunakan oleh para Paus sebelumnya.
Nama ini bukan dipilih secara kebetulan, melainkan sebagai penghormatan terhadap salah satu tokoh paling dihormati dalam sejarah Gereja Katolik, Santo Fransiskus dari Assisi.
Nama tersebut mencerminkan cita-cita hidup yang sederhana, kerendahan hati, dan cinta terhadap kaum miskin dan seluruh ciptaan Tuhan.
Santo Fransiskus dari Assisi lahir pada tahun 1181 di Italia dengan nama Giovanni di Pietro di Bernardone.
Awalnya, ia adalah seorang pemuda yang hidup dalam kemewahan, sebagai anak dari seorang pedagang kain kaya.
Namun, setelah mengalami serangkaian pengalaman spiritual, Fransiskus memutuskan untuk meninggalkan kekayaannya dan hidup dalam kemiskinan.
Ia merasa terpanggil untuk mengikuti jejak Kristus secara harfiah, meninggalkan segala kekayaan duniawi dan mencurahkan hidupnya bagi kaum miskin, yang tertindas, dan semua makhluk ciptaan.
Fransiskus mendirikan Ordo Fransiskan yang berfokus pada kesederhanaan hidup, kemiskinan, dan kasih kepada sesama.
Ia juga dikenal karena cintanya yang mendalam terhadap alam dan segala ciptaan Tuhan.
Banyak kisah menceritakan bagaimana Fransiskus berbicara dengan binatang dan melihat keindahan ilahi dalam seluruh alam semesta.
Karena cintanya kepada bumi, Santo Fransiskus Assisi kemudian dikenal sebagai pelindung lingkungan dan pencinta alam.
Dengan memilih nama "Fransiskus," Paus Fransiskus ingin menggemakan semangat Santo Fransiskus dari Assisi dalam kepemimpinannya sebagai Kepala Gereja Katolik.
Seperti Santo Fransiskus, Paus bertekad untuk memprioritaskan cinta kasih, kesederhanaan, dan keberpihakan kepada kaum miskin.
Sejak awal pontifikasinya, Paus Fransiskus telah menunjukkan komitmen terhadap masalah keadilan sosial, lingkungan, dan reformasi di dalam Gereja.
Paus Fransiskus juga terus menyerukan perlunya kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan warisan Santo Fransiskus.
Enskliknya yang terkenal, Laudato Si', adalah seruan global bagi semua umat manusia untuk menjaga bumi, "rumah kita bersama," dari ancaman perubahan iklim dan perusakan lingkungan.
Ensklik ini mengambil nama dari doa pujian yang ditulis oleh Santo Fransiskus untuk menghormati segala ciptaan Tuhan.
Warisan Santo Fransiskus Assisi terus menginspirasi banyak orang hingga hari ini, termasuk pemimpin-pemimpin dunia seperti Paus Fransiskus.
Spiritualitasnya yang berfokus pada cinta, kerendahan hati, dan penghormatan terhadap ciptaan alam tetap relevan dalam menghadapi tantangan global modern seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan krisis lingkungan.
Nama yang dipilih Paus Fransiskus bukan hanya penghormatan terhadap tokoh yang luar biasa dalam sejarah Gereja, tetapi juga sebuah komitmen untuk membawa pesan cinta dan pelayanan kepada seluruh umat manusia serta bumi yang kita tinggali.
Editor : Lugas Rumpakaadi