Bagi perusahaan, wawancara bisa menjadi pintu untuk mengenali calon anggota barunya. Disisi lain bagi pencari kerja, proses wawancara bisa menjadi kesempatan untuk mengenali kondisi tempat kerjanya nanti.
Calon karyawan bisa menilai dan mendalami kondisi internal melalui wawancara. Apakah disana merupakan tempat yang ideal untuk bekerja ataukah menjadi lingkungan yang toxic.
Ada beberapa kriteria mengenali tempat kerja dalam proses wawancara bersifat toxic, diantaranya :
1. Wawancara yang dipaksakan dan terburu-buru
Bila menemui kondisi seperti ini bisa menjadi sinyal merah. Sebab jika perusahaan tidak melakukan proses seleksi dengan tepat, biasanya ini menjadi sinyal bahwa tanda tempat kerja toxic.
Perusahaan seakan tidak perduli siapa yang akan berkerja. Tanda seperti ini adalah tanda yang jelas bahwa tempat kerja tersebut mungkin saja toxic.
2. Cara karyawan perusahaan bersikap terhadap atasan
Saat interview perhatikan sikap orang di sekitar. Bagiamana respond an penampakan mereka saat itu. Apakah senang, cemas, ataukah biasa saja. Ada baiknya untuk meluangkan waktu untuk berbicara dengan karyawan yang bekerja di sana.
Ini penting untuk mengetahui kondisi kerja disana. Berbagi informasi dari karyawan penting untuk mendengarkan apa yang disampaikan. Mereka bisa menjadi gambaran tentang seberapa toxic potensi tempat kerja tersebut.
3. Karyawan keluar dari perusahaan tapi tidak banyak yang masuk
Kondisi penting untuk kamu ketahui. Sebab jika perusahaan sering memasang lowongan pekerjaan yang sama. Bisa dipastikan perusahaan tersebut kemungkinan memiliki tingkat pergantian karyawan yang tinggi.
Atau jika mereka tampak memiliki banyak lowongan yang tampaknya tidak pernah terisi, maka itu wajib untuk waspadai.(*)
Editor : Niklaas Andries