Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kunjungan Bersejarah Paus Fransiskus ke Indonesia, Menag Yaqut Sambut dengan Hangat di Bandara Soekarno-Hatta

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 3 September 2024 | 21:54 WIB
Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia disambut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia disambut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

RadarBanyuwangi.id - Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, hari ini menyambut kedatangan Paus Fransiskus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Pesawat yang membawa pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut tiba pada pukul 11.26 WIB, Selasa (3/9). 

Kedatangan ini merupakan bagian dari kunjungan apostolik yang panjang, yang mencakup beberapa negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

Turut hadir dalam penyambutan ini, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, Ketua Panitia Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia Ignasius Jonan, serta sejumlah pejabat tinggi Kementerian Agama.

Menteri Agama, yang akrab disapa Gus Men, menekankan bahwa kunjungan ini merupakan momen penting untuk memperkuat perdamaian dan kerukunan di Indonesia. 

"Kedatangan Paus Fransiskus menunjukkan komitmen beliau untuk membangun perdamaian dan memperkuat dialog antariman di seluruh dunia. Kami berharap masyarakat Indonesia dapat menunjukkan harmoni dalam keberagaman yang ada di negeri ini," ujar Gus Men.

Selain itu, Gus Men menyoroti pentingnya dialog antariman sebagai kunci untuk menciptakan toleransi dan perdamaian global. 

"Setelah pertemuan dengan Presiden, Paus Fransiskus akan menghadiri acara Interfaith Dialogue di Masjid Istiqlal. Ini merupakan manifestasi nyata dari pentingnya dialog antariman untuk mencapai perdamaian di dunia," jelasnya.

Gus Men juga memuji kesederhanaan Paus Fransiskus yang memilih menggunakan kendaraan dan akomodasi sederhana selama kunjungannya di Indonesia, sebuah sikap yang menunjukkan kerendahan hati seorang pemimpin besar.

"Paus Fransiskus adalah pemimpin yang patut dicontoh. Meski beliau adalah pemimpin negara dan umat, kesederhanaan yang beliau tunjukkan benar-benar menginspirasi," tambah Gus Men.

Kunjungan ini juga disebutnya sebagai momen bersejarah yang mempererat hubungan antara Indonesia dan Vatikan.

Ini bukan pertama kalinya seorang Paus mengunjungi Indonesia.

Sebelumnya, Paus Paulus ke-6 pada tahun 1970 dan Paus Johannes Paulus ke-2 pada tahun 1989 juga pernah mengunjungi tanah air.

Kunjungan Paus Fransiskus ini diyakini akan semakin memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin baik selama bertahun-tahun. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#menteri agama #yaqut cholil qoumas #soekarno hatta #indonesia #paus fransiskus #bandara