Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dampak Megathrust Menakutkan, Ini 10 Lokasi di Banyuwangi yang Dipasangi EWS

Gareta Yoga Eka Wardani • Rabu, 28 Agustus 2024 | 16:07 WIB
MEGATHRUST: Joko Prasetyo menunjukkan posisi celah teluk yang memicu hantaman gelombang tsunami yang menerjang Pantai Rajegwesi, Sarongan, Pesanggaran, semakin kuat pada tahun 1994 silam.
MEGATHRUST: Joko Prasetyo menunjukkan posisi celah teluk yang memicu hantaman gelombang tsunami yang menerjang Pantai Rajegwesi, Sarongan, Pesanggaran, semakin kuat pada tahun 1994 silam.

RadarBanyuwangi.id – “Potensi tsunami di Indonesia, khususnya di Banyuwangi itu cukup besar,” ujar kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto.

Ungkapan Danang Hartanto ini disampaikan kepada peserta apel siaga di lapangan Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Selasa (27/8).

Menurut Danang, apel ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah setempat, terhadap potensi bencana tsunami.

Sebab, warga Banyuwangi, khususnya yang tinggal di pesisir selatan Jawa berpotensi kembali menjadi korban tsunami besar seperti yang terjadi tahun 1994 silam.

Tsunami Pancer terjadi usai terjadi Megathrust atau gempa bumi bermagnetudo 7,2 SR terjadi pada tanggal 2 Juni 1994.

Akibat peristiwa kelam tersebut, ribuan warga Banyuwangi yang tinggal di Kecamatan Pesanggaran dan sekitarnya menjadi korban.

Tidak sedikit warga yang meninggal dunia, luka-luka, dan hilang ditelan ganasnya tsunami.

Apel siaga tsunami ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat. Termasuk Forpimka, relawan, masyarakat sekitar, dan perwakilan dari semua desa di Kabupaten Banyuwangi.

Dalam apel siaga ini, masyarakat dilatih untuk tanggap darurat jika terjadi tsunami.

Salah satu skenario yang diberikan apa yang harus dilakukan masyarakat saat mendengar sirine peringatan tsunami.

“Jika sirine berbunyi, masyarakat harus segera mencari tempat yang lebih tinggi dan aman,” katanya.

Danang menyampaikan juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan di kalangan masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan tsunami seperti di Dusun Pancer, Desa Sumberagung ini.

“Masyarakat harus siap dengan pakaian dan barang penting lainnya yang mudah dijangkau,” ujarnya.

Danang mengaku telah memasang Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) di delapan titik di sepanjang pesisir selatan Jawa Timur.

Pemasangan ini dilakukan untuk memberikan peringatan dini jika terjadi gempa yang berpotensi tsunami.

“EWS ini kami pasang di delapan titik strategis di pesisir selatan,” jelasnya.

Khusus untuk Banyuwangi, BMKG telah memetakan sepuluh daerah krusial yang harus dipasang alarm peringatan tsunami.

Daerah-daerah ini tersebar dari Banyuwangi utara hingga selatan.

“Ada sepuluh lokasi di Banyuwangi yang telah dipasang alarm peringatan,” kata Danang.

Alarm peringatan tsunami tersebut, masih kata Danang, dipasang di berbagai lokasi, seperti di Pantai Kampung Mandar Banyuwnagi, Pantai Blimbingsari, dan Pantai Satelit Muncar.

Selain itu, ada juga di Kantor Pelabuhan Muncar, Pantai Grajagan, Pantai Lampon, Pantai Pancer, dan Pantai Rajegwesi.

“Alarm ini penting untuk memberikan informasi cepat kepada masyarakat,” ujarnya.

Semua EWS itu, lanjut dia, selalu dilakukan uji coba tanggal 26 setiap bulannya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan sistem peringatan dini tersebut berfungsi dengan baik jika terjadi keadaan darurat.

“Kami uji coba EWS setiap bulan, ini untuk memastikan kesiapan sistem,” ungkap Danang.

Baca Juga: Waduh, 80 Desa Pesisir Banyuwangi Berpotensi Bencana Tsunami, Berikut ini Upaya Mitigasinya

Untuk kedepan, Danang merencanakan pembangunan shelter di beberapa titik di wilayah Banyuwangi.

Salah satu lokasi yang diajukan adalah Gumuk Soinem, yang dianggap strategis untuk dijadikan tempat evakuasi.

“Kami rencanakan pembangunan shelter di beberapa lokasi, termasuk di Gumuk Soinem,” kata Danang.

Danang berharap setiap dusun di wilayah Banyuwangi memiliki shelter yang dapat digunakan saat terjadi bencana.

Saat ini, BPBD sedang memetakan lokasi-lokasi potensial untuk pembangunan shelter tambahan.

“Kami harap setiap dusun memiliki shelter, dan saat ini sedang dalam proses pemetaan,” pungkasnya. (rei/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#potensi tsunami #pesanggaran #gempa megathrust #ews #Tsunami Pancer #peringatan dini #banyuwangi #Gempa Bumi 4.0 magnitudo #tsunami