RadarBanyuwangi.id - Gempa dengan magnitudo 5,5 yang mengguncang Gunungkidul dan sekitarnya pada Senin malam (26/8) ternyata berasal dari zona megathrust yang terletak di selatan Yogyakarta.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa ini merupakan gempa dangkal yang disebabkan oleh deformasi batuan di zona kontak antar lempeng tektonik.
Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, menjelaskan bahwa episenter gempa berada di laut, sekitar 107 km arah barat daya Gunungkidul dengan hiposenter di kedalaman 42 km.
Meski berada di zona megathrust yang dikenal sebagai kawasan rawan gempa besar, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Getaran gempa tersebut dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Sleman, Yogyakarta, Bantul, dan beberapa daerah di Jawa Timur dengan skala intensitas mencapai III-IV MMI.
Hingga Selasa pagi (27/8), tercatat telah terjadi 77 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 4,0.
Zona megathrust, yang menjadi sumber gempa, merupakan area di mana dua lempeng tektonik bertabrakan, berpotensi menimbulkan gempa besar dan tsunami. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi