RadarBanyuwangi.id – Maestro Gandrung Banyuwangi, Temu Misti, meraih penghargaan kebudayaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
Seniman asal Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi ini, mendapat penghargaan untuk kategori Maestro Seni Tradisi Gandrung Banyuwangi.
Atas pernghargaan tersebut, Temu Misti berhak mendapatkan pin emas dari Kemendikbudristek.
Selain itu, Temu Misti juga mendapat dana apresiasi sebesar RplOO.000.000 atas jasanya tersebut.
Temu Misti juga berhak mendapat dana apresiasi lain sebanyak Rp25.000.000 pertahun. Uang ini berhak dia peroleh selama seumur hidupnya.
Selain Temu Misti, 2 seniman Kota Gandrung lainnya juga mendapat menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2024.
Dua seniman tersebut Siami dan Senari. Siami memperoleh Penghargaan Kategori Pelestari sebagai Penenun Wastra Using.
Penghargaan Kategori Pelestari ini juga diberikan kepada Senari, Penyalin Kitab Lontar Yusuf.
Siami dan Senari mendapat pin emas dan dana apresiasi masing-masing sebesar Rpl00.000.000, serta piagam penghargaan.
Untuk diketahui, AKI diberikan ke individu, kelompok, atau lembaga yang telah mendedikasikan dirinya untuk berkarya bagi pemajuan kebudayaan.
Penerima penghargaan harus konsisten melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan Objek Pemajuan Kebudayaan atau cagar budaya dan telah berkarya di bidang kebudayaan minimal 10 (sepuluh) tahun.
Pada tahun 1969, AKI diberikan dengan sebutan Hadiah Seni. Pada tahun 2012, nama Hadiah Seni kemudian diubah menjadi Anugerah Kebudayaan sejak diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (*)
Editor : Ali Sodiqin