Siang hingga malam, heli perang tersebut hilir mudik dari Yonif Raider 515/Ugra Tapa Yudha/9/2 Kostrad Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat hingga Asembagus. Kalau terbang rendah, suara heli sangat memekakkan telinga. Rupanya keberadaan heli yang terbang pada malam hari itu dijadikan sasaran warga untuk memainkan laser.
Melihat heli terbang malam hari, warga di wilayah Giri justru mengarahkan sinar laser ke arah helikopter yang tengah melakukan uji coba penerbangan. Merasa terganggu, pilot US Army yang menerbangkan helikopter akhirnya komplain ke panitia lokal Latgabma.
Masyarakat yang tinggal di sekitar Giri dan sekitarnya diminta tak sembarangan mengarahkan lampu laser ke udara. Apalagi, ketika ada helikopter militer yang melintas di atas kawasan tersebut. Imbauan itu disampaikan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz Jumat (23/8).
Hafidz meminta kepada masyarakat yang tinggal di wilayah Kecamatan Giri untuk tidak menggunakan atau memainkan laser yang diarahkan ke udara. Terutama ke arah penerbangan helikopter militer yang kerap melintas di wilayah Kecamatan Giri.
”Laser yang diarahkan ke kokpit helikopter dapat menyebabkan gangguan serius pada pilot dan berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Kami sudah tiga kali mendapatkan komplain dari pilot helikopter militer US Army,” tegas Hafidz.
Sebagai tindak lanjut, mantan Komandan KRI Hasan Basri 382 itu meminta camat Giri, kapolsek Giri, lurah, dan kepala desa untuk segera menyampaikan informasi ini kepada masyarakat setempat.
Partisipasi aktif seluruh warga dalam menjaga keselamatan dan kelancaran latihan militer sangat dibutuhkan. ”Kami imbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan atau memainkan laser selama kegiatan penerbangan berlangsung,” pinta Hafidz.
Danlanal mengingatkan bahwa keselamatan penerbangan adalah prioritas utama. Apalagi, uji coba penerbangan militer ini mendapat pengawalan dari Lanal Banyuwangi sebagai representasi TNI menjaga Latgabma.
”Laser yang diarahkan ke udara dapat menyebabkan risiko yang sangat serius bagi penerbang. Kami meminta pengertian dan kerja sama dari seluruh masyarakat untuk memastikan Latgabma SGS dapat berlangsung dengan aman dan sukses,” tegas Hafidz.
Latgabma SGS merupakan latihan gabungan yang melibatkan berbagai negara, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat. Latihan ini untuk meningkatkan kerja sama militer dan kesiapan dalam menghadapi berbagai ancaman.
Latgabma akan berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di sekitar Banyuwangi dan Situbondo.
”Kami berharap seluruh masyarakat Banyuwangi bisa ikut mendukung kelancaran kegiatan ini. Kelancaran Latgabma menjadi wujud kesiapan kita dalam menyelenggarakan kegiatan bersama negara asing,” tandas Hafidz.
Untuk mendukung kelancaran dan keamanan proses debarkasi material US Army tersebut, Danlanal mengerahkan prajurit Lanal Banyuwangi beserta unsur Patroli Keamanan Laut (Patkamla) KAL Rajegwesi II-5-40, KAL Sembulungan II-5-42, RHIB, dan RBB.
Sebagian kendaraan tempur, termasuk helikopter perang digeser menuju Batalyon 515 yang terletak di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat. (fre/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries