”Kehadiran Pak Ilham sangat membantu proyek IKN. Sudah beberapa hari ini IKN jarang hujan. Biasanya setiap hari hujan deras mengguyur kawasan IKN,” ujar R. Dody Iwa Kusumawijaya, pengusaha asal Banyuwangi yang tinggal di IKN.
Dikatakan Dody, kerugian akibat hujan yang mengganggu pekerjaan proyek cukup besar. Gara-gara hujan lokasi proyek penuh lumpur. Sejumlah alat berat untuk mendukung pekerjaan proyek tidak bisa beroperasi. Padahal, pelaksana proyek telanjur sewa alat berat tersebut.
”Kalau hitungan saya, kerugian akibat cuaca buruk di IKN selama 10 hari bisa mencapai Rp 10 miliar. Sehari kerugiannya Rp 1 miliar. Pekerjaan terganggu kalau sudah musim hujan,” ujar Dody selaku owner Sedulur TV di IKN.
Seperti diketahui, sejumlah proyek di IKN dilaporkan molor dari jadwal. Cuaca di ibu kota negara dituding sebagai penyebab utamanya.
Di IKN setiap hari hujan deras. Pekerjaan proyek banyak yang mundur. Dari total 30 hari, terhitung hanya 8 hari yang cerah di kawasan IKN.
”Sejak Pak Ilham berada di IKN, lokasi proyek jarang hujan lagi. Sebaliknya, lokasi lain di luar IKN masih hujan,” kata Dody yang sudah cukup lama membangun bisnis di Kalimantan.
Dody berharap kehadiran Ilham yang ”mengondisikan” hujan di IKN bisa diperpanjang. Harapannya, saat pembacaan detik-detik Proklamasi di IKN yang dihadiri Presiden Joko Widodo, cuaca tetap cerah.
”Pak Ilham akan berada di IKN sampai tanggal 10 Agustus. Saya berharap tugasnya bisa diperpanjang. Kasihan nanti peringatan HUT RI di IKN diguyur hujan deras,” saran Dody.
Sementara itu, Ilham belum bisa memastikan sampai kapan berada di IKN. Yang pasti, tugas khusus dari Kementerian PUPR sudah dijalankan dengan baik. Dia melaporkan, seharian kemarin cuaca di IKN sedikit mendung.
”Saya digoda mendung, tapi tidak sampai hujan. Terkait sampai kapan saya di IKN, Pak Dody minta saya mutasi ke IKN. Para penambang batu bara kalau sudah hujan rugi minimal Rp 1 miliar dalam sehari,” ungkap Ilham.
Untuk keperluan menyarang hujan Senin (5/8), Ilham mendapat kiriman dupa dari seorang warga asal Benculuk yang tinggal di Penajam Paser Utara.
Kiriman dupa tersebut sangat membantu mereduksi alam gaib Kalimantan dengan perpaduan ilmu pengetahuan. ”Mereka datang bersama istri dan anaknya. Ngakunya dari Benculuk. Alhamdulillah, kiriman dupa sangat membantu kami,” kata Ilham.
Meski cuaca terang benderang, Ilham bersama Budi Santoso alias Tus tetap menjalankan aktivitasnya sebagai pawang hujan. Dengan kekuatan supranatural yang dimiliki, Ilham tetap berjalan di sekitar KIPP IKN sembari menghunus keris.
Tangan kanan memegang keris singkir lurus tangguh Blambangan, tangan kiri mencengkeram keris tangguh Madiun luk songo sembari diacungkan ke langit. (*/c1)
Editor : Niklaas Andries