Radarbanyuwangi.id – Minggu seharian (4/8) langit di atas Ibu Kota Nusantara (IKN) sangat cerah. Tidak ada gerimis dan hujan. Hingga pukul 17.00 waktu setempat, cuaca terang benderang seolah mengantar senja ke peraduannya.
Kondisi cuaca itu dilaporkan oleh KRT Ilham Triadi Nagoro, pawang hujan asal Banyuwangi yang sudah 14 hari berada di IKN. Ilham yang ahli perkerisan itu mendapat tugas khusus dari Kementerian PUPR untuk ”mengondisikan” cuaca di IKN. Saat ini pemerintah lewat Kementerian PUPR tengah membangun 2.000 unit rumah susun (rusun) untuk tempat tinggal ASN.
”Pagi sampai sore, cuaca di IKN terang benderang. Tidak ada gangguan berarti. Sampai sekarang menjelang magrib tidak ada masalah soal cuaca,” ujar Ilham dihubungi tadi malam.
Sama halnya dengan cuaca, kondisi Budi Santoso alias Tus yang sempat kena ”serangan gaib” sudah pulih lagi. Sebelumnya, kondisi kesehatan warga Desa Olehsari itu menurun.
Tus ambruk. Fisiknya nge-drop. Perutnya murus terus. ”Alhamdulillah, kondisi Tus sudah membaik,” imbuh Ilham.
Meski cuaca terang benderang, Ilham bersama Tus tetap menjalankan aktivitasnya sebagai pawang hujan. Dengan kekuatan supranatural yang dimiliki, Ilham tetap berjalan di sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sembari menghunus keris.
Tangan kanan memegang keris singkir lurus tangguh Blambangan, tangan kiri mencengkeram keris tangguh Madiun luk songo sembari diacungkan ke langit.
Ilham meyakini pusaka-pusaka peninggalan kuno bisa mereduksi alam gaib. Makanya, setiap setahun sekali pada 1 Suro, energi negatif pusaka diserap lewat jamasan. Jamasan berfungsi mengembalikan pusaka supaya mendapat energi positif.
Terkait benda-benda pusaka tersebut, Ilham ditunjuk sebagai asesor mata uji kompetensi (MUK) untuk edukasi keris dan aspek pelaku spiritual keris.
”Selama mendapat tugas khusus di IKN, saya tidak meremehkan kinerja-kinerja unit lain. Saya meyakini, kemampuan supranatural bisa dipadukan dengan ilmu pengetahuan tanpa mengabaikan kearifan lokal,” ungkap Ilham yang juga kolektor benda-benda pusaka itu.
Sementara itu, kehadiran Ilham di IKN terus mendapat support dari warga Banyuwangi yang tinggal di Kalimantan. Secara khusus pada Sabtu (3/8), Ilham dibawa oleh pengurus Ikatan Warga Banyuwangi (Ikawangi) ke Balikpapan. Di sana Ilham dijamu makan malam menu seafood dekat PLN Jalan MT Haryono, Balikpapan.
Tuan rumahnya adalah Dody Iwa Kusumaja, seorang pengusaha Banyuwangi yang sukses di Kalimantan. Jamuan makan itu juga dihadiri Sekretaris Ikawangi Balikpapan Budi Sakti asal Tegaldlimo dan Dayat Osing asal Jalan Citarum, Kelurahan Panderejo sebagai anggota Ikawangi Jakarta.
”Saya diculik oleh teman-teman Ikawangi. Dijamu makan seafood sama Pak Dody. Alhamdulillah, meski sama-sama perantau, sambutannya luar biasa sekali,” kata Ilham.
Dukungan juga terus mengalir dari Banyuwangi. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menghubungi Ilham pada pagi hari lewat sambungan telepon. Berikutnya, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Mohammad Yanuarto Bramuda dan Taufik Rohman selaku Plt Kepala Disbudpar.
”Terakhir kali Pak Kiai Haji Masykur Ali. Beliau menghubungi saya saat perjalanan pulang dari Balikpapan. Mas Imam Maskun dan teman-teman perupa dari Langgar Art juga telepon. Semua mendoakan saya sukses membawa misi besar ini,” kata Ilham dengan suara agak parau dari seberang sana. (aif/c1)
Editor : Niklaas Andries