Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KRT Ilham Triadi Nagoro Dapat Support dari Ikawangi Balikpapan: Kondisi Tus Ngedrop, Dupa Mati, IKN Hujan Gerimis Sebentar

Syaifuddin Mahmud • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 16:25 WIB

PAWANG HUJAN: Pada hari ke-13 Jumat (2/8) KRT Ilham Triadi terus menjaga cuaca ekstrem di IKN. Dia membakar dupa untuk mereduksi alam ghaib di Kalimantan.   
PAWANG HUJAN: Pada hari ke-13 Jumat (2/8) KRT Ilham Triadi terus menjaga cuaca ekstrem di IKN. Dia membakar dupa untuk mereduksi alam ghaib di Kalimantan.   
Radarbanyuwangi.id - Hari ke-13 menjadi pawang hujan di Ibu Kota Nusantara (IKN) belum menemui kendala berarti. Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Ilham Triadi Nagoro masih terus memantau perkembangan cuaca di sekitar IKN. Gara-gara dupanya mati, terjadi insiden kecil yang mengakibatkan hujan gerimis selama 30 menit.

Rintik hujan tersebut tidak sampai menghentikan proses pembangunan 2.000 rumah susun (rusun) untuk ASN di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

”Gerimis terjadi setelah salat Jumat. Pukul 13.00 sampai 13.30. Akhirnya saya bakar seratus dupa lagi dan gerimisnya berhenti,” ujar Ilham dihubungi tadi malam.

Sebenarnya tugas menjaga dupa jangan sampai mati diserahkan kepada Budi Santoso alias Tus. Dia adalah dayun Ilham yang diajak ke IKN. Sayangnya, seharian kemarin kondisi warga Olehsari itu lagi ngedrop.

”Tus ambruk. Fisiknya ngedrop. Perutnya murus terus. Dia baru cerita pagi hari. Mudah-mudahan lekas sembuh,” kata Ilham.

Ada yang aneh dari kejadian hujan gerimis kemarin. Air hujan hanya membasahi posko tempat Ilham dan Tus. Sebaliknya, kawasan rusun yang sedang dibangun sama sekali tidak ada gerimis alias terang benderang.

Pekerja proyek juga senang karena lokasinya tidak berdebu lagi. ”Hujan sebentar tidak sampai mengganggu pekerjaan proyek. Jalanan malah tidak berdebu,” ujarnya.   

Beruntung, berkat kecekatan Ilham membakar dupa lagi, hujan gerimis langsung berhenti. ”Sejak awal Tus kita tugasi menjaga nyala dupa supaya hidup terus. Eh, gara-gara mati sebentar, gerimis datang. Langsung saya bakar seratus dupa, gerimisnya terhenti,” kata Ilham.

Sementara itu, kerja keras Ilham menyarang hujan di IKN mendapat dukungan dari warga Banyuwangi yang tinggal di Balikpapan.

Sedianya hari ini Sekretaris Ikatan Warga Banyuwangi (Ikawangi) Balikpapan Budi Sakti asal Tegaldlimo akan menemui Ilham di IKN untuk memberikan dukungan. Dukungan juga datang dari Dayat Osing asal Jalan Citarum, Kelurahan Panderejo, yang mengaku sebagai anggota Ikawangi Jakarta. 

Selain dari Ikawangi Balikpapan dan Jakarta, dukungan juga datang dari Wakil Bupati Sugirah dan Kabag Kesra Yusdi Irawan.

”Saya dihubungi Pak Wabup dan Pak Yusdi. Beliau mengaku bangga ada orang Banyuwangi berperan di IKN,” kata Ilham yang juga kolektor benda-benda pusaka itu.

Kerja keras Ilham juga mendapat apresiasi dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Orang nomor satu di Kementerian PUPR menitipkan salam kepada Ilham lewat Pak Dito dari PUPR.

”Ada salam dari Pak Menteri Basuki ke Romo Ilham. Kalau ada yang diperlukan tolong langsung hubungi Mas Bonar yang saya tugaskan mendampingi Romo selama di IKN,” ujar Ilham menirukan pesan Dito.

Pekerja proyek rumah susun ASN juga memberikan apresiasi kepada Ilham. Mereka heran selama 13 hari kawasan IKN tak lagi hujan deras.

Dengan kondisi langit cerah, pekerjaan proyek bisa lancar terus. Hanya saja, kalau tidak ada hujan, debunya tebal. Ilham menyarankan kepada pekerja proyek supaya mengenakan masker.

”Pekerja proyek heran jarang ada hujan. Bisanya hujan turun pada pagi sampai sore atau malam sampai pagi. Para pekerja akhirnya terbiasa melihat saya nyengkelit keris dan bakar dupa. Malah kemarin melihat mendung tebal, langsung datang ke posko saya,” kata Ilham menceritakan tanggapan pekerja proyek IKN.

Sampai kapan tinggal di IKN? Ilham mengaku belum tahu pasti. Apalagi, pada tanggal 17 Agustus nanti, Presiden Joko Widodo bakal menghadiri upacara 17 Agustus di ibu kota baru tersebut. Dengan kehadiran presiden, cuaca IKN harus benar-benar steril dari hujan.

”Saya ini serba dilematis. Tugas saya sebenarnya berakhir tanggal 10 Agustus, tapi tanggal 17 Agustus IKN bakal ada acara besar detik-detik proklamasi,” kata guru SMPN 2 Rogojampi itu.

Repotnya lagi, tanggal 14 sampai 16 Agustus, Ilham mendapat undangan sebagai asesor keris di Sumenep. Dia wajib hadir dalam acara tersebut karena sudah ditunjuk sebagai asesor mata uji kompetensi (MUK) untuk edukasi keris dan aspek pelaku spiritual keris.

”Kalau diizinkan sehari, saya akan datang ke Sumenep. Eman kalau tidak datang karena merupakan program lama saya sebagai asesor. Setelah dari Sumenep, acara berikutnya di Bali. Mudah-mudahan dapat izin dari Pak Dito dari Dirjen Kementerian PUPR,” harap Ilham.  (aif/c1)         

             

      

 

 

 

Editor : Niklaas Andries
#gerimis #dupa #kipp #membakar #pekerjaan proyek #presiden joko widodo #upacara 17 agustus #balikpapan #ibu kota nusantara #KRT #IKN #menteri pupr #banyuwangi #ikawangi #keris