Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ingat Stasiun Panarukan Situbondo yang Pernah Ramai saat Pelabuhan Panarukan Berjaya: Seperti Ini Kondisinya Sekarang

Lugas Rumpakaadi • Senin, 10 Juni 2024 | 17:35 WIB

 

KUMUH: Bangunan bekas Stasiun KA Panarukan di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo.
KUMUH: Bangunan bekas Stasiun KA Panarukan di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo.

RadarBanyuwangi.id - Stasiun Panarukan di Kabupaten Situbondo pernah menjadi pusat kegiatan kereta api (KA) di masa lalu. Namun kini, bekas stasiun itu menjadi saksi bisu dari masa kejayaan Pelabuhan Internasional Panarukan di masa lalu.

BANGUNAN stasiun ini berlokasi di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo. Posisinya tak jauh dari pantai. Sehingga bangunan stasiun ini tercatat pada ketinggian 3 meter di atas permukaan laut (dpl).

Stasiun Panarukan dulu merupakan titik akhir dari jalur KA Kalisat – Panarukan. Stasiun ini memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Tak hanya itu, Stasiun Panarukan juga dilengkapi dengan gudang dan lima sepur simpan untuk kegiatan bongkar muat barang.

Hal unik dari stasiun ini adalah arsitekturnya memiliki kemiripan dengan Stasiun Situbondo. Maklum, kedua stasiun ini dibangun oleh Staatspoorwegen (SS) pada waktu bersamaan dan dibuka pada 1897.

Namun, seiring perubahan zaman, aktivitas Stasiun Panarukan perlahan-lahan meredup. Pelabuhan Panarukan, yang pernah menjadi pusat kegiatan ekspor – impor, kini sepi akibat sedimentasi dari Sungai Sampeyan.

Selanjutnya pada tahun 1980-an, arus ekspor beralih ke Pelabuhan Tanjung Wangi di Banyuwangi, dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.

Puncaknya, pada tahun 2004 silam, jalur KA ini resmi ditutup oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) karena sarana yang sudah tua dan kurangnya fasilitas di Daerah Operasional (Daop) 9 Jember. Sejak ditutupnya jalur ini, wacana untuk mengaktifkan kembali jalur Kalisat – Panarukan telah menjadi topik pembicaraan hangat.

Prioritas reaktivasi melalui Perpres 80 Tahun 2019 dan hasil studi kelayakan yang positif, menambah semangat untuk menghidupkan kembali Stasiun Panarukan sebagai bagian dari sejarah yang akan dilanjutkan.

Meskipun sudah lolos studi kelayakan, hingga kini masih belum ada kejelasan mengenai reaktivasi jalur KA Kalisat – Panarukan. (gas/bay)

Editor : Salis Ali Muhyidin
#situbondo #kondisi #sepi #pelabuhan #panarukan #stasiun #ramai