RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyerukan kepada masyarakat untuk menghindari terbangkan layang-layang di sekitar jalur kereta cepat.
Sebab, ada risiko gangguan pada operasional Whoosh apabila layang-layang tersebut tersangkut pada jaringan listrik aliran atas.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa menyatakan, layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik aliran atas dapat mengganggu kelancaran operasional kereta cepat.
Seperti penundaan perjalanan, kerusakan jaringan, dan bahkan kerusakan komponen dan kelistrikan sarana Whoosh.
Menurut Eva, layang-layang yang terputus rentan tersangkut pada jaringan listrik, sehingga jika dimainkan terlalu dekat dengan jalur Whoosh, dapat menyebabkan gangguan serius.
KCIC terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang mengganggu operasional Whoosh termasuk bermain layang-layang.
Dengan mengadakan sosialisasi secara berkala di sekitar jalur kereta cepat dan berbagai sekolah.
Pada sosialisasi tersebut, KCIC juga mengajak masyarakat untuk membantu mengarahkan anak-anak mencari lokasi yang tidak berdekatan dengan jalur kereta cepat saat akan bermain layang-layang.
Whoosh dioperasikan dengan daya listrik sebesar 27,5 KV melalui pantograf yang terhubung pada listrik aliran atas.
Keterhubungan antara pantograf dan listrik aliran atas tidak boleh terganggu oleh benda asing, karena dapat mengganggu aliran listrik, terutama saat kereta cepat melaju dengan kecepatan tinggi.
Eva menjelaskan, material yang terkandung pada layang-layang, termasuk benangnya, dapat mengganggu listrik aliran atas.
Risiko tersangkutnya layang-layang pada jaringan tersebut dapat menyebabkan korsleting listrik dan kerusakan pada pantograf.
Di wilayah seperti Padalarang dan Cimahi, masih banyak anak-anak yang bermain layang-layang di sekitar jalur Whoosh, terutama pada sore hari saat pulang sekolah.
Pada tahun 2024, tercatat ada 5 kejadian gangguan perjalanan akibat layang-layang tersangkut pada jaringan listrik.
Upaya pencegahan dan kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko gangguan pada operasional kereta cepat Whoosh. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi