RadarBanyuwangi.id - Proses evakuasi korban kecelakaan Kereta Api (KA) Pandalungan di Desa Pateguran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan berlangsung dramatis, Selasa (7/5).
Sesaat setelah menghentikan laju kereta api, seorang masinis terlihat turun dari kabin lokomotif dan membawa air minum.
Dramatisnya proses evakuasi tersebut diunggah oleh akun Instagram @andreli_48.
Masinis KA Pandalungan terlihat mencoba memberikan air minum pada korban yang duduk di kursi depan dan masih terjepit badan mobil.
Melalui jendela yang kacanya sudah pecah, masinis itu menyodorkan botol air mineral pada korban yang terlihat masih sadar.
Sebelumnya, mobil Toyota LGX bernomor polisi N 1475 WU itu membawa rombongan Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri Pasuruan.
Mobil tersebut tertemper KA Pandalungan di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 146 yang masih dijaga oleh relawan.
Saat akan melintas dari arah selatan ke utara, seorang relawan bernama Abdullah telah memperingatkan pengemudi untuk berhenti karena akan ada kereta api yang melintas.
Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan dan mobil terus melaju hingga akhirnya tertemper KA Pandalungan rute Gambir-Jember yang melintas sekitar pukul 08.40.
Akibat kecelakaan tersebut, empat orang tewas dan tiga lainnya luka-luka.
Keempat korban tewas dalam kecelakaan tersebut adalah Nyai Hj Munjiah Nur Hasan binti KH Nur Hasan bin Nawawie, Ning Maslachah binti Tohir, dari Sidogiri, Kecamatan Kraton, Ning Aidah binti Mahfud, dari Gayam, Kecamatan Gondang Wetan, dan Ning Alwiyah binti Ali, dari Kepuh, Kecamatan Kejayan.
Selain itu, ada tiga korban lainnya mengalami luka ringan yaitu sopir M. Rofiqo Abdila, warga Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Ahmad Abdullah, warga Desa Logowo, Kecamatan Pohjentrek, dan Maslikha, warga Desa Pondok Jeruk, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.
Korban meninggal dievakuasi ke RSUD dr R Soedarsono sementara korban luka dibawa ke UGD Puskesmas Rejoso. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi