Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lokasi Kecelakaan Antara Mobil Rombongan Ponpes Sidogiri Pasuruan dan KA Pandalungan Sudah Dipasang Palang Pintu

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 7 Mei 2024 | 20:19 WIB
Kondisi mobil rombongan Ponpes Sidogiri Pasuruan rusak berat setelah tertemper KA Pandalungan.
Kondisi mobil rombongan Ponpes Sidogiri Pasuruan rusak berat setelah tertemper KA Pandalungan.

RadarBanyuwangi.id - Lokasi kecelakaan mobil pengangkut rombongan Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Kabupaten Pasuruan dengan Kereta Api (KA) Pandalungan ternyata sudah terpasang palang pintu.

Kecelakaan antara KA 78F Pandalungan rute Gambir-Jember dengan mobil rombongan ponpes itu terjadi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 146 Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

Hingga kecelakaan itu terjadi, JPL 146 masih dijaga oleh beberapa relawan perlintasan sebidang. Sebab, palang pintu yang sudah terpasang masih belum beroperasi.

Pihak kepolisian saat ini masih mendalami penyebab pasti dari kecelakaan yang menewaskan empat orang itu.

Sebelumnya, KA 78F Pandalungan rute Gambir-Jember dikabarkan terlibat kecelakaan dengan mobil di perlintasan tak berpintu KM 72 petak Stasiun Pasuruan-Rejoso.

Akibat kecelakaan tersebut, perjalanan KA Pandalungan dan beberapa KA lain yang akan melintas mengalami keterlambatan.

Hingga pukul 09.45, proses evakuasi mobil yang rusak berat karena tertemper KA Pandalungan masih terus dilakukan.

Imbas kecelakaan tersebut, KA Pandalungan mengalami keterlambatan 75 menit.
KA 214 Logawa rute Jember-Purwokerto dihentikan di Stasiun Rejoso dan mengalami keterlambatan 72 menit.

Sedangkan KA 264 Tawang Alun rute Ketapang-Malang Kotalama dihentikan di Stasiun Probolinggo, untuk menunggu jalur aman untuk dilintasi.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 9 Jember menyampaikan permohonan maaf gangguan perjalanan KA 78F Pandalungan rute Gambir-Jember.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro melalui keterangan tertulisnya, kecelakaan itu menyebabkan kerusakan pada lokomotif KA Pandalungan sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan.

KAI Daop 9 Jember juga telah menyediakan lokomotif penolong dari Stasiun Jember untuk menggantikan lokomotif yang mengalami kerusakan karena kecelakaan itu.

Kecelakaan antara Kereta Api (KA) 78F Pandalungan rute Gambir-Jember dengan mobil di Pasuruan menyebabkan korban jiwa.

Mobil Toyota Kijang LGX bernomor polisi N 1475 WU itu mengangkut tujuh orang rombongan majelis Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Kabupaten Pasuruan.

Rombongan Ponpes Sidogiri itu melaju dari arah selatan ke utara dan melintas perlintasan sebidang yang dijaga oleh seorang relawan bernama Abdullah.

Saat akan melintas, Abdullah sudah memberi aba-aba agar mobil berhenti karena ada KA Pandalungan rute Gambir-Jember yang akan melintas pada pukul 08.41.

Namun, peringatan relawan penjaga perlintasan sebidang itu tidak diindahkan dan mobil terus melaju.

Mobil sempat terseret kurang lebih sejauh 200 meter dan ringsek setelah tertemper KA Pandalungan.

Tiga orang penumpang mobil meninggal dunia di lokasi, sedangkan satu orang penumpang lainnya meninggal dunia di rumah sakit karena menderita luka berat. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kereta api pandalungan #pasuruan #kecelakaan #ponpes sidogiri