Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BPJPH Beri Pendampingan Sertifikat Halal pada 3.000 Desa Wisata se Indonesia

Ali Sodiqin • Sabtu, 4 Mei 2024 | 20:51 WIB
Sosialisasi aksi sinergi Wajib Halal Oktober (WHO) 2024 diikuti 3.000 desa wisata secara serentak di 34 provinsi. Di Banyuwangi acara virtual digelar di Balai Desa Tamansari, Licin, Sabtu (4/5)
Sosialisasi aksi sinergi Wajib Halal Oktober (WHO) 2024 diikuti 3.000 desa wisata secara serentak di 34 provinsi. Di Banyuwangi acara virtual digelar di Balai Desa Tamansari, Licin, Sabtu (4/5)

RadarBanyuwangi.id – Untuk mendorong destinasi wisata moslem friendly and Indonesia Moslem Travel Index, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama mencanangkan aksi sinergi Wajib Halal Oktober (WHO) 2024, melalui pendampingan sertifikat halal di 3.000 desa wisata yang dilaksanakan serentak di 34 provinsi, acara secara virtual ini dilaksanakan pada Sabtu (4/5).

Di Banyuwangi juga digelar diseminasi standarisasi halal terhadap pelaku usaha agar memahami proses implementasi halal dalam produksi yang baik dan benar. Kegiatan ini diikuti juga di 11 titik zoom dari 11 Desa Tematik di Kabupaten Banyuwangi, dimana pendamping proses produk halal kerjasama dari LSH PW ISNU Jawa Timur dan Halal Center UIMSYA Blokagung Banyuwangi, perangkat desa, Pokdarwis, dan pelaku usaha.

Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengajak para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) turut serta mendorong sosialisasi dan edukasi sertifikasi halal. Caranya, dengan menularkan pemahaman akan urgensi sertifikasi halal atau sadar halal kepada pelaku usaha dan masyarakat di sekitarnya.

“Pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk memberikan berbagai kemudahan bagi sertifikasi halal produk UMK. Oleh karena itu, sangat penting para pelaku UMK juga ikut menyosialisasikan kesadaran akan pentingnya sertifikasi halal bagi pelaku usaha yang lainnya dan warga desa di sekitarnya,” kata Aqil saat membuka acara secara virtual, Sabtu (4/5).

PENDAMPINGAN: Pelaku usaha UMK saat mengikuti sosialisasi standarisasi sertifikat halal di Balai Desa Tamansari, Licin, Sabtu (4/5)
PENDAMPINGAN: Pelaku usaha UMK saat mengikuti sosialisasi standarisasi sertifikat halal di Balai Desa Tamansari, Licin, Sabtu (4/5)

Aqil mengatakan, kesadaran halal pada diri pelaku usaha dan masyarakat sangat penting untuk mendorong penguatan ekosistem halal di Indonesia. Dengan terbangunnya ekosistem halal yang kuat, maka produk halal Indonesia dipastikan akan semakin berkembang menjadi produk unggulan di pasar domestik dan bahkan mampu bersaing di pasar global.

"Dengan demikian maka ini tentu akan mendorong terwujudnya cita-cita kita bersama untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produk halal nomor satu di dunia." kata Aqil menandaskan.

Sementara itu Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Dwi Yanto mengatakan, pemkab akan terus mendukung program percepatan sertifikasi halal ini dengan langkah kongkrit yakni melakukan pembinaan pelaku usaha UMKM, sehingga produknya memilki sertifikasi halal apalagi Banyuwangi merupakan kota festival sehingga memerlukan akselerasi sertifikasi halal pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan produk makanan dan minumannya.

"Kami berharap kolaborasi ini menjadi momentum untuk menyatukan berbagai pihak untuk membangun dan memperkuat ekosistem halal kita, dari tingkat pusat hingga tingkat terkecil di desa/kelurahan, sehingga menjadi jejaring percepatan sertifikasi halal yang strategis dan berkelanjutan," kata Dwi Yanto.

Dalam acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur yang diwakili Kepala Bidang Destinasi Wisata Dra. Susiati, MM; Kepala Disbudpar Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Seksi (Kasi) Pengembangan dan Pengelolaan Destinasi Wisata Iswanto, S.Pd; Kepala Bagian Tata Usaha (Satgas Provinsi Jawa Timur) Dr. Santoso S.Ag. M.Pd; Kepala Kemenag Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Choironi Hidayat, S.Ag., MM; Ketua Satgas Halal Kabupaten Banyuwangi Drs. H. Moh. Jali, M.Pd.I; Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi; Kepala Desa Tamansari Kecamatan Licin serta Ketua BUMDes Ijen Lestari, Tamansari, Licin, Mahsun. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#sertifikat #sosialisasi #bpjph #produk #indonesia #pendampingan #kemenag #desa wisata #moslem friendly tourism #halal