RadarBanyuwangi.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menganulir Surat Keputusan (SK) nomor: 331/PB.01/A.II.01.49/99/03/2024.
SK terkait penunjukan karteker PCNU Banyuwangi resmi dicabut per tanggal 8 Ramadhan 1445 H atau 19 Maret 2024 lalu.
Sebagai gantinya, PBNU mengeluarkan SK baru bernomor 316/PB.01/A.II.01.45/99/03/2024.
SK tersebut berisi susunan pengurus karteker PCNU Banyuwangi terbaru yang dikeluarkan tanggal 8 Ramadhan 1445 H atau 19 Maret 2024.
Ada beberapa alasan terkait terbitnya SK baru yang ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketum Tanfiziyah KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjend Drs H Saifullah Yusuf, tersebut.
Pertimbangannya adalah surat keputusan PBNU nomor: 331/PB.01/A.II.01.45/99/03/2024 tanggal 28 Sya'ban 1445 H atau 9 Maret 2024 M tentang penunjukan karteker PCNU Banyuwangi terdapat kekurangcermatan dalam penempatan personalia karteker.
Hal ini membuat PBNU perlu melakukan perbaikan seperlunya terhadap susunan personalia karteker PCNU Banyuwangi.
Dalam SK juga dijelaskan ada 2 tugas utama karteker PCNU Banyuwangi dengan personalia baru tersebut.
Pertama, PBNU menugaskan kepada karteker untuk melaksanakan tugas-tugas PCNU Banyuwangi.
Kedua, menugaskan kepada karteker untuk melaksanakan konferensi PCNU Banyuwangi paling lambat 3 bulan ke depan, dan melaporkan hasilnya ke PBNU.
Sama seperti SK terdahulu, dalam SK ter-anyar tersebut, pengurus karteker PCNU Banyuwangi tetap berjumlah 15 orang.
Namun, ada 4 nama di SK lama yang tidak masuk dalam susunan karteker SK baru. Semuanya menjabat sebagai anggota karteker.
Nama-nama anggota karteker yang tidak tercantum di SK terbaru adalah Ayum Dja’far MPdI, Anwar Rofiq, Ahmad Shodiq MPdI, dan Moh Karyono.
Sedangkan nama baru yang masuk adalah Prof. Akh Muzakki, M.Ag, Grad Dip SEA, M.Phi, Ph.D sebagai sebagai wakil ketua, dan Drs H Ahsanul Haq, MPd.I menjadi wakil sekretaris.
Dua nama baru lagi masuk sebagai anggota karteker. Yaitu Abdul Aziz MH dan Barur Rohiem SPd.I
“Perubahan ini dilakukan dengan melihat perkum NU dan mengedepankan kearifan lokal,” ujar Prof Akh Muzakki, wakil ketua karteker PCNU Banyuwangi, yang juga Sekretaris PWNU Jatim, seperti dikutip dari NU Online, Rabu (20/3/2024).
Prof Zaki menyampaikan, mandat yang diberikan kepada dirinya merupakan amanah dari PBNU yang harus dijalankan dengan baik. Dia siap menjalankan amanah tersebut sebaik mungkin.
“Ini merupakan amanah dari PBNU, amanah dari Nahdlatul Ulama. Tentu, saya harus menjalankannya dengan baik,” tuturnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin